Gorilla Ini Disebut Sama Cerdasnya dengan Donald Trump, Faktanya?

Gorilla Ini Disebut Sama Cerdasnya dengan Donald Trump, Faktanya?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 16 Agu 2020 13:32 WIB
US President Donald Trump speaks to the press in the Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on August 10, 2020. - Secret Service guards shot a person, who was apparently armed, outside the White House on Monday, President Donald Trump said just after being briefly evacuated in the middle of a press conference. The president was abruptly ushered out of the press event and black-clad secret service agents with automatic rifles rushed across the lawn north of the White House. Minutes later, Trump reappeared at the press conference, where journalists had been locked in, and announced that someone had been shot outside the White House grounds. Trump said he knew nothing about the identity or motives of the person shot, but when asked if the person had been armed, answered:
Gorila ini disebut sama pintarnya dengan Presiden AS Donald Trump. Foto: US President Donald Trump (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Jakarta -

Donald Trump sedang gembar-gembor tentang test kognitif terkait daya ingat, ia bahkan menantang Joe Biden tandingannya di pemilu Amerika Serikat yang akan datang untuk mengambil test yang sama.

Saat itu, ia memberikan keterangannya pada Fox News yang dengan cepat menyebar di media sosial seperti Twitter.


Namun yang terjadi selanjutnya adalah retweet dari netizen di berbagai belahan dunia. Ialah @NotHoodlum yang bikin geger dengan cuitannya.

"Koko si gorila lulus tes kognitif yang sama dengan yang dibanggakan Trump, menggunakan bahasa isyarat," tulisnya.


Apakah kamu percaya dengan penyataan tersebut? Nyatanya itu adalah sebuah hoax. Tes yang dijalani oleh Trump adalah Montreal Cognitive Assestment, alat skrining yang digunakan untuk mendeteksi gangguan kognitif ringan dan biasa digunakan untuk membantu mendiagnosis Alzheimer atau demensia dini.

Tentu saja tes tersebut dirancang untuk menganalisis penurunan fungsi kognitif pada manusia, karenanya Koko tidak mungkin menjalani tes tersebut.

Koko memiliki kosakata anak berusia 3 tahun dan, menurut beberapa tes IQ yang diberikan kepadanya selama bertahun-tahun, IQ-nya dalam kisaran 70-90 -- bukan hal yang bisa disandingkan dengan seorang presiden. Tapi tetap, ia adalah salah satu hewan cerdas yang pernah ada.

Buat kalian yang belum mengenal Koko, Koko adalah seekor gorila yang pada tahun 1971 diasuh oleh psikolog hewan Stanford, Dr. Francine 'Penny' Patterson. Sudah sejak lama ia ingin melihat apakah dia bisa mengajar monyet berbicara.

Pada tahun 1971, dia mendapat kesempatan ketika seekor gorila dataran rendah barat lahir di Kebun Binatang San Francisco yang ditolak oleh ibunya. Patterson merawat kera tersebut, mengajarinya 'Bahasa Isyarat Gorilla' (GSL).

Patterson melaporkan bahwa dia mempelajari lebih dari 1.000 tanda dan memahami 2.000 kata bahasa Inggris. Koko meninggal dunia pada 2018 di usianya yang mencapai 46 tahun. Demikian melansir IFL Science.



Simak Video "Donald Trump Sebut Regeneron Lebih Penting dari Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/vmp)