4 Channel YouTube Terseram dari Luar Negeri, Bukan Untuk Penakut!

4 Channel YouTube Terseram dari Luar Negeri, Bukan Untuk Penakut!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 11 Agu 2020 20:07 WIB
Horor dan misterius adalah dua kata kunci yang menarik banyak minat orang. Meskipun penakut, kadang seseorang tetap merasa tertarik dengan hal-hal menyeramkan karena memacu adrenalin.

Mengutip The 13th Floor, berikut ini adalah deretan channel YouTube terseram sekaligus teraneh yang pernah ada. Pastinya, ini bukan untuk kamu yang penakut dan mudah paranoid.
MrCreepyPasta dan channel YouTube menyeramkan lainnya. Foto: YouTube
Jakarta -

Horor dan misterius adalah dua kata kunci yang menarik banyak minat orang. Meskipun penakut, kadang seseorang tetap merasa tertarik dengan hal-hal menyeramkan karena memacu adrenalin.

Mengutip The 13th Floor, berikut ini adalah deretan channel YouTube terseram sekaligus teraneh yang pernah ada. Pastinya, ini bukan untuk kamu yang penakut dan mudah paranoid.

1. MrCreppyPasta

MrCreepyPasta merupakan channel YouTube yang dipercayai berasal dari Amerika dan dikenal memiliki spesialisasi soal narasi video horornya. MrCreppyPasta sendiri telah mempunyai 1,56 juta subscribers.

Di masa karantina karena COVID-19, channel ini juga menayangkan 'Nonstop Horor Radio 24/7 CreppyPasta for Quarantine at The End of the World', siaran streaming yang bisa kamu saksikan. Video populer miliknya yang banyak ditonton antara lain 'Go To Sleep "Jeff The Killer" | CreppyPasta Storytime' yang ditonton 7,5 juta kali dan 'Laughing Jack' dengan 3 juta kali tayangan.

[Gambas:Youtube]

2. James Harken

Gangstalking ialah suatu teori konspirasi tentang orang-orang dengan gangguan mental delusi paranoia bertemu satu sama lain di internet dan bersekongkol untuk membuat orang lain yang sehat secara mental mengalami apa yang mereka rasakan setiap harinya. Teori ini penuh kontroversi namun, hal ini sempat membuat segelintir ilmuwan tertarik untuk mengadakan studi terkait gangstalking.

Dalam sebuah studi tahun 2014, dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 128 orang diperiksa. Kelompok pertama mengklaim bahwa mereka memiliki penguntit tunggal sedangkan kelompok lainnya mengaku sebagai korban penguntitan kelompok atau geng. Studi tersebut menemukan hasil sebagai berikut:

Semua kasus penguntitan kelompok yang dilaporkan ditemukan cenderung merupakan sebuah delusi, dibandingkan dengan 3,9% dari kasus penguntitan individu... Mereka yang diintai oleh kelompok mendapat skor lebih tinggi pada gejala depresi, gejala pasca-trauma dan dampak buruk pada fungsi sosial dan pekerjaan. Groupstalking tampaknya merupakan sebuah delusi pada dasarnya.

Akan tetapi jika kamu masih ingin tahu lebih lanjut mengenai gangstalking, mampir ke channel milik James Harken mungkin bisa memuaskan rasa penasaran.