Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Amunisi AS Lawan Iran: Jet Tempur Sangar Sampai Drone Murah

Amunisi AS Lawan Iran: Jet Tempur Sangar Sampai Drone Murah


Fino Yurio Kristo - detikInet

USS Abraham Lincoln Latihan
Kapal induk USS Abraham Lincoln. Foto: Reuters
Jakarta -

Sebelum serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, Washington mengerahkan armada terbesar dan persenjataan tercanggihnya ke Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. Dikutip detikINET dari CNN, berikut aset-aset yang dikerahkan dalam operasi yang oleh Pentagon disebut "Operation Epic Fury":

Pembom siluman B-2: Pesawat pembom bersayap kelelawar, masing-masing seharga lebih dari satu miliar dolar, adalah aset tempur paling mematikan di Angkatan Udara AS. Ditenagai empat mesin jet, B-2 dapat membawa bom konvensional maupun nuklir, dengan kemampuan jangkauan antarbenua dan pengisian bahan bakar di udara.

Armada B-2 ini biasanya lepas landas dari markas di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri, seperti dilakukan tahun lalu saat menyerang kompleks nuklir Iran dalam misi pulang-pergi 34 jam. Kali ini menurut US Central Command (CENTCOM), mereka memakai bom seberat 900 kg untuk menyerang instalasi rudal balistik Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Drone bunuh diri LUCAS: Operation Epic Fury menandai penggunaan pertama drone ini dalam pertempuran oleh AS. Unit drone tersebut, Task Force Scorpion Strike (TFSS) diaktifkan di Timur Tengah akhir tahun lalu.

Low-cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS) ini pada dasarnya adalah tiruan drone Shahed 136 rancangan Iran yang digunakan Rusia dalam perangnya di Ukraina. "Drone berbiaya rendah ini, yang meniru desain drone Shahed Iran, kini memberikan pembalasan buatan Amerika," kata CENTCOM

ADVERTISEMENT

Kapal perang: Dua kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford berada di Timur Tengah. Lincoln di Laut Arab dan Ford di Laut Tengah. CENTCOM merilis video pesawat tempur F/A-18 dan F-35 lepas landas dan mendarat di Lincoln. Kapal Ford tidak membawa F-35. Juga ada beberapa kapal perusak kelas Arleigh Burke, masing-masing dapat membawa hingga 96 Tomahawk.

Sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD: Baterai Patriot dan THAAD (Terminal High-Altitude Area Defense) digunakan untuk melawan drone dan rudal balistik Iran. Jumlah pencegat Patriot dan THAAD yang ditembakkan sejauh ini tidak diketahui.

Namun Iran mengirimkan ribuan drone dan rudal ke berbagai target di Timur Tengah, dan analis menyatakan cemas stok pencegat, yang terkuras akibat perang 12 hari antara Israel dan Iran tahun lalu serta yang dipasok ke Ukraina, bisa menipis.

Sistem anti rudal THAADSistem anti rudal THAAD. Foto: CNN

Jet tempur: Sejumlah jet tempur beraksi di hari-hari pertama perang ini termasuk F-16, yang diterbangkan Angkatan Udara dan F/A-18, yang diterbangkan Angkatan Laut dan Korps Marinir. Jet siluman F-22 dan F-35 juga dilibatkan.

Pesawat Serang Elektronik EA-18G: EA-18G Growler membawa pod pengacau sinyal (jamming), penangkal komunikasi, dan radar untuk mengidentifikasi serta menekan ancaman elektronik musuh. Jet bermesin ganda ini juga dapat dipersenjatai rudal yang membidik pemancar elektronik seperti radar dan pusat komunikasi.

Pesawat Peringatan Dini(AWACS): AS menggunakan dua jenis AWACS, E-3 Sentry dari Angkatan Udara dan E-2 Hawkeye dari Angkatan Laut. AWACS Angkatan Udara adalah pesawat bermesin empat berbasis Boeing 707. Jet-jet tersebut membawa kubah radar bundar besar di di atas badan pesawatnya. Dengan jangkauan sekitar 400 km, AWACS mengidentifikasi dan melacak pesawat serta kapal musuh serta memantau informasi medan perang.

Pesawat Pemindai E-2D Advanced Hawkeye yang siap bantu IsraelPesawat Pemindai E-2D Advanced Hawkeye. Foto: Northrop Grumman

Pesawat Relai Komunikasi Udara: CENTCOM tak memberi rincian, tapi pesawat EA-11 BACN (battlefield airborne communications node) terlihat di Timur Tengah minggu-minggu jelang serangan. Produsen Bombardier mengatakan EA-11 sering disebut Wi-Fi di Udara dan digunakan untuk menjembatani data suara dan taktis antara pasukan udara dan darat, sambil mengatasi rintangan seperti pegunungan, medan yang berat, atau jarak yang jauh.

Pesawat Patroli Maritim P-8A: Berbasis rangka Boeing 737, jet Angkatan Laut bermesin ganda ini yang juga bernama Poseidon, digunakan untuk peperangan antikapal selam serta untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

Pesawat Pengintai RC-135: Membawa awak lebih dari 30 orang, RC-135 menjadi langganan dalam operasi militer AS sejak Perang Vietnam. Jet bermesin empat, berbasis pada rangka badan pesawat komersial Boeing 707, ini memberikan pengumpulan dan analisis intelijen secara hampir real-time.

MQ-9 Reaper: Angkatan Udara mendeskripsikan drone MQ-9 yang dikendalikan dari jarak jauh ini sebagai pesawat serang yang utamanya ditujukan menyerang target bernilai tinggi. Drone ini membawa rudal Hellfire.

M-142 HIMARS: High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) Angkatan Darat dipasang di atas truk. Mereka dapat menembak dan dengan cepat pindah ke posisi baru sebelum menghadapi serangan balasan. HIMARS dapat membawa roket dengan jangkauan lebih dari sekitar 480 km.

Aset pengisian bahan bakar: AU AS menerbangkan dua jenis kapal tanker, KC-135 yang bermesin empat, yang berbasis Boeing 707 dan KC-46 yang bermesin ganda, berbasis Boeing 767. Pengisian bahan bakar di udara akan sangat penting bagi pembom B-2 yang melakukan penerbangan panjang ke Timur Tengah dari AS.

Pesawat kargo: Jet C-17 Globemaster dan pesawat turboprop C-130 Hercules membawa sebagian besar amunisi dan pasukan yang diterjunkan dalam serangan terhadap Iran ke Timur Tengah.




(fyk/fay)




Hide Ads