FBI Tuduh China Sembunyikan Ilmuwan Buron di Konsulat San Francisco

FBI Tuduh China Sembunyikan Ilmuwan Buron di Konsulat San Francisco

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 23 Jul 2020 18:44 WIB
Wabah virus corona telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat global. Para ilmuwan di berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin dari virus itu
Ilustrasi ilmuwan China. Foto: AP Photo
San Francisco -

Ilmuwan China yang jadi buron FBI dituding disembunyikan oleh Konsulat China di San Francisco. Kabar ini menambah ketegangan antara China dengan Amerika Serikat, menyusul perintah agar konsulat China di kota Houston diminta ditutup karena disebut sarang mata-mata China.

Ilmuwan China dimaksud adalah Tang Juang, periset yang fokus pada ilmu biologi. Dikutip detikiNET dari CNN, dia dituduh melakukan penipuan visa agar dapat bekerja sebagai peneliti di Amerika Serikat.

Tang berhasil lolos dari penangkapan karena mengungsi di Konsulat China San Francisco. Menurut dokumen pengadilan, Juang tidak jujur dalam pendaftaran visanya, bahwa dia berhubungan dengan militer China.

Hasil investigasi menemukan foto di mana terlihat Tang pernah mengenakan seragam militer China People's Liberation Army (PLA). Dia dipekerjakan sebagai periset di Fourth Military Medical University (FMMU) yang dikendalikan Angkatan Udara China.

FBI pun langsung mencarinya dan bertanya soal temuan tersebut. Ketika dikonfrontir, Tang membantah semua tuduhan.

"Tang membantah bekerja di militer China, mengklaim dia tidak tahu arti lambang di seragamnya dan memakai seragam militer diwajibkan di FMMU karena itu adalah sekolah militer," sebut jaksa penuntut.

Namun demikian, agen FBI menemukan bukti lebih lanjut bahwa dia memang berhubungan dengan militer China. Akan tetapi pada saat investigasi itu, sang ilmuwan China diduga kabur ke Konsulat China di San Francisco dan bersembunyi di sana sampai saat ini.

Pihak China belum berkomentar soal ini. Lebih lanjut, Tang diduga salah satu dari beberapa ilmuwan China yang jadi bagian program militer China untuk mengirimkan periset militer ke Amerika Serikat dengan menyamar.

"Ada bukti tersedia pada sedikitnya satu dari kasus-kasus tersebut di mana ilmuwan China dari militer itu menyalin atau mencuri informasi dari institusi Amerika atas arahan atasan militer di China," sebut jaksa penuntut.



Simak Video "Ledakan di Permukiman AS, Rumah Rata dengan Tanah"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)