Sistem GPS China Siap Saingi Amerika

Sistem GPS China Siap Saingi Amerika

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 22 Jun 2020 18:35 WIB
GPS
Sistem GPS China Siap Saingi AS. Foto: Istimewa
Jakarta -

China bersiap mengirim satelit terbarunya ke luar angkasa. Langkah ini melengkapi jaringan navigasi global miliknya agar bisa mulai melepas ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat (AS) di bidang ini.

Apa yang dilakukan China adalah sebuah perkembangan yang signifikan karena akan memastikan sistem militer mereka bisa tetap online jika terjadi konflik dengan AS. Langkah ini juga bagian dari upaya pemerintahan Beijing meningkatkan pengaruh teknologinya di dunia.

Seperti dikutip dari CNBC, jaringan teknologi GPS China yang disebut dengan nama Beidou ini terdiri dari 30 satelit yang nantinya akan diandalkan untuk navigasi hingga pengiriman pesan. Sistem ini akan menyaingi sistem Global Positioning System (GPS) milik AS yang selama ini umum digunakan di berbagai negara.

"Militer China sekarang memiliki sistem yang dapat digunakan secara independen tidak bergantung pada GPS AS," kata Andrew Dempster, Director Australian Centre for Space Engineering Research.

Namun ada kekhawatiran persaingan dua teknologi ini nantinya akan menimbulkan masalah jika terjadi konflik berkelanjutan antara AS dan China.

"Dampak paling mendalam adalah China menjadi independen. Mereka (China) sekarang memiliki sistem yang tangguh dan dapat digunakan pada saat konflik," Christopher Newman, professor di bidang hukum dan kebijakan luar angkasa dari Northumbria University di Inggris.

Menurut keterangan di website Beidou, satelit terakhir untuk mendukung sistem navigasi China awalnya dijadwalkan meluncur pekan ini, namun harus tertunda karena masalah teknis.

Untuk diketahui, rencana kemandirian sistem navigasi China sudah dirintis sejak akhir 1990-an. Versi pertama Beidou beroperasi pada tahun 2000 dan menyediakan cakupan untuk layanan berbasis satelit ke China.

Selanjutnya, proses kedua selesai pada tahun 2012 dan fungsinya diperluas dengan menyediakan layanan untuk wilayah Asia Pasifik. Nah, versi ketiga dengan 30 satelit ini, ketika selesai nantinya akan memiliki cakupan global seperti GPS AS.



Simak Video "Balas Dendam, China Tutup Kantor Konsulat AS di Chengdu"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)