Netizen Kaget Dengar Suara Dentuman Sabtu Dini Hari

Netizen Kaget Dengar Suara Dentuman Sabtu Dini Hari

Tim detikINET - detikInet
Sabtu, 11 Apr 2020 07:42 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4)
Foto: dok. PVMBG
Jakarta -

Suara dentuman yang terdengar Sabtu dini hari (11/4/2020) menghebohkan netizen di Tanah Air. Banyak yang mengaku kaget lantaran suara tersebut mampu menggetarkan jendela dan daun pintu.

Pantauan detikINET di Twitter, suara dentuman jadi topik yang hangat dibicarakan warganet. Lebih dari 9.000 kicauan yang diposting dan membuat #Dentuman menjadi trending topic pada Sabtu pagi ini.

Akun @Saddam_PLY mengaku mendapat kabar dari temannya di Serang, Banten yang mengatakan suara dentuman di sana lebih besar dari Jakarta.

Sementara akun @QThahira mengaku sempat keringetan lantaran suara dentuman membuat kaca di rumahnya bergetar padahal tidak ada angin.

Berikut sejumlah reaksi netizen di Tanah Air setelah mendengar dentuman dini hari tadi.

Terkait suara dentuman yang didengar banyak netizen, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) menyatakan suara tersebut tidak terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Suara dentuman itu diketahui beberapa kali terdengar dini hari ini.

"Bukan (berasal dari Anak Krakatau), karena letusannya dikategorikan miskin akan gas, lebih bersifat aliran," kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/4/2020)

Menurut Hendra, tidak terdengar bunyi letusan dari Gunung Anak Krakatau sejak semalam. Letusan Gunung Anak Krakatau ini dinilai Hendra relative kecil.

"Saya sudah cek ke Pos Penganatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita, tidak terdengar bunyi letusan sejak kemarin malam. Karena memang letusannya relatif kecil (tinggi letusan 600-an meter dari muka air laut)," jelas Hendra.

Sementara itu, melansir dari CNNIndonesia.com, Ahli vulkanologi sekaligus mantan Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono menyatakan dentuman dan gemuruh yang dirasakan warga Jakarta dan Jawa Barat pada Sabtu (11/4) dini hari diyakini dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Ada yang mengatakan itu bukan suara dari Anak Krakatau, sekarang itu suara dari mana? Apa ada latihan militer?" kata Surono.

Menurut Surono lantaran banyak aktivitas warga yang berhenti akibat COVID-19 membuat kondisi sepi sehingga mengurangi perlambatan perjalanan gelombang suara. Karenanya dia menyakini suara dentuman tersebut dari shockwave (gelombang kejut) erupsi Anak Krakatau yang merambat jauh sampai bisa menggetarkan barang-barang seperti kaca jendela di rumah.

"Kalau getaran di tanah tidak mungkin, tetapi kalau tekanan udara yang termampatkan karena udara, kaca-kaca yang kendor kemungkinan bisa bergetar. Sama juga kalau misalnya ada pesawat terbang itu kan yang bergetar kaca, itu kan dari suara," jelas Surono yang akrab disapa Mbah Rono.

Dalgona Coffee dimana-mana, apalagi musim Corona sekarang ini


Simak Video "Dentuman Bukan dari Anak Krakatau, Apakah Fenomena Skyquake?"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)