Senin, 26 Agu 2019 15:15 WIB

Negara Bagian Australia Terapkan Larangan Ponsel di Sekolah

Josina - detikInet
Ilustrasi smartphone di kelas. (Foto: Unspslah) Ilustrasi smartphone di kelas. (Foto: Unspslah)
Jakarta -
Mulai tahun 2020, di seluruh negara bagian Victoria, Australia, akan mulai diterapkan peraturan larangan penggunaan ponsel di sekolah-sekolah.
Mendukung program tersebut, pemerintahan Victoria telah menyiapkan dana sebanyak AUD 12 juta atau sekitar Rp 115 jutaan. Dana tersebut ditujukan untuk memberikan fasilitas bagi sekolah dalam menyimpan ponsel siswa dengan aman.
Dilansir detiKINET dari Zdnet, Senin (26/8/2019), setiap sekolah dapat mengajukan permohonan dana untuk membuat fasilitas penyimpanan ponsel siswa seperti membeli loker, gembok, kantung yang dapat dikunci.

"Kami memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas penyimpanan yang aman yang sesuai dengan kebutuhan mereka sebelum larangan ponsel dimulai pada semester pertama di tahun depan," ujar Menteri Pendidikan James Merlino.
"Melarang ponsel selama jam sekolah tidak hanya berarti siswa lebih fokus pada pembelajaran, tetapi juga akan membantu anak-anak lebih banyak berinteraksi di halaman sekolah dan mengurangi intimidasi dunia maya." Lanjutnya.
Pada semester ajaran pertama di tahun 2020, seluruh siswa baik di sekolah dasar atau menengah akan diminta untuk mematikan ponsel selama hari sekolah dan kemudian disimpan ke tempat penyimpanan ponsel yang telah disediakan sekolah.

Keputusan larangan ini sebagai bentuk peduli pemerintahan Victoria untuk membantu mengurangi adanya gangguan di kelas dan juga memerangi bully.
Ponsel bisa dipakai di sekolah asalkan dalam kondisi tertentu seperti terkait kesehatan atau di mana guru menginstruksikan siswa untuk membawa ponsel mereka untuk kegiatan kelas tertentu.
Selain dana, pemerintah juga menyiapkan sumber daya untuk membantu pihak sekolah memiliki akses dalam mempersiapkan sekolah menerapkan peraturan larangan ponsel di tahun depan.
Keputusan ini pun dipuji oleh Menteri Pendidikan Federal Australia, Dan Tehan, yang berharap agar negara-negara bagian Australia lainnya dapat mengikuti jejak Victoria.

"Saya pikir apa yang tidak bisa kita selesaikan adalah dampak ponsel ketika digunakan di ruang kelas. Mereka adalah gangguan, sangat sulit bagi guru untuk mengajar ketika mereka juga mencoba untuk mendisiplinkan penggunaan ponsel yang terus-menerus dan khususnya ketika kita melihat dampak yang ditimbulkan oleh ponsel soal cyber bullying, " kata Tehan.

"Untuk semua alasan ini saya pikir sejauh ini pendekatan akal sehat yang paling umum adalah dengan mengatakan ponsel tidak dapat digunakan selama jam pelajaran di sekolah," tutupnya.


Simak Video "Bawaslu: CFD Bukan untuk Kampanye dan Persekusi!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fyk)