Kamis, 25 Jul 2019 06:37 WIB

Round-up

Kronologi Konten YouTuber Kimi Hime Diblokir Kominfo

Tim detikINET - detikInet
Halaman 1 dari 5
Foto: (Foto: Instagram/kimi.hime) Foto: (Foto: Instagram/kimi.hime)
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya men-suspend tiga konten milik Kimi Hime. Hal ini buntut dari kurang komunikatifnya YouTuber bernama lengkap Kimberly Khoe itu atas panggilan yang dilayangkan oleh Kominfo.

Kasus ini bermula saat Rapat Kerja Kominfo dengan Komisi I DPR-RI beberapa waktu lalu. Komisi I menerima laporan dari Asosiasi Pengawas Penyiaran Indonesia (APPI) terkait konten Kimi Hime yang dinilai mengandung konten dewasa di channel YouTube miliknya. Laporan tersebut diteruskan ke Kominfo untuk ditindaklanjuti.


"Kami dapat aduan dari Komisi I bahwa mereka menerima laporan dari Asosiasi Pengawas Penyiaran Indonesia yang menyampaikan konten Kimi Home. Kemudian ditayangkan salah satu contoh (yang dianggap vulgar)," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu.

Menerima aduan itu, Kominfo pun sudah memanggil YouTuber yang rutin mengulas game itu. Seperti dikatakan Ferdinandus, dalam pemanggilan ini berbagai cara telah ditempuh. Mulai dari mengirim Direct Message (DM) ke akun media sosial hingga mengirim email.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu.Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu. Foto: Grandyos Zafna

"Sudah dipanggil sejak Senin lalu. Kami kirim lewat DM, email, tapi belum ada respons dari Kimi Hime untuk mengklarifikasi terkait konten yang ada di channel YouTube-nya. Setidaknya koordinasi untuk men-take down sendiri," tuturnya.

Sayangnya Kimi tidak merespon panggilan dari Kominfo. Ini yang kemudian membuat Kominfo 'mengeluarkan ancaman' memblokir beberapa konten yang dianggap kelewat vulgar.

"Beberapa konten yang menurut pemantauan kami sudah memenuhi unsur vulgar bisa kami take down," tegas pria yang disapa Nando ini.


Pihak Kominfo, sebut Nando, memberi tenggat waktu satu pekan ini buat Kimi Hime untuk menurunkan sendiri konten yang dianggap vulgar itu atau paling tidak merespons panggilan terhadap dirinya.

"Kami beri waktu sampai minggu ini. Kalau tidak ada respons maka beberapa kontennya yang dianggap vulgar, itu yang di YouTube, kami take down," tutur Nando. (agt/afr)