Sabtu, 11 Mei 2019 13:31 WIB

Facebook Disebut Promosikan Konten Ekstremis secara Otomatis

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Facebook dituding mempromosikan konten-konten ekstremis secara otomatis. Hal ini bahkan sudah dilaporkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC) selaku regulator Amerika Serikat oleh seorang pelapor yang tidak diketahui identitasnya.

Sang pelapor, atau kerap disebut sebagai whistleblower, melakukan studi selama lima bulan terkait dengan laporannya tersebut. Ia mengawasi laman dari 3.000 orang yang menyukai atau terhubung dengan kelompok-kelompok teroris yang masuk ke dalam daftar milik pemerintah Amerika Serikat.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelompok-kelompok seperti ISIS dan Al-Qaeda ternyata secara terbuka aktif di Facebook. Bukan cuma itu saja hasil dari studi yang dilakukan pelapor tersebut.




Ia juga menyebutkan bahwa tools dari Facebook sendiri secara otomatis membuat konten, seperti video, bagi kelompok-kelompok tersebut ketika laman mereka sudah mendapat view atau like yang cukup. Selain itu, ketika laman-laman tersebut sudah aktif pada jangka waktu tertentu, kegiatan serupa juga akan dilakukan oleh jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

"Saya bersyukur bahwa informasi yang menggangu ini telah dirilis. Kami harap SEC melakukan investigasi untuk mengeluarkan sanksi kepada Facebook," ujar John Kostyack, Direktur National Whistleblower Centre yang merilis studi tersebut.




Laporan yang dikirim ke SEC sendiri menyebut bahwa Facebook telah melayangkan informasi yang keliru kepada para pemegang saham. Mereka mengklaim untuk menghapus konten-konten ekstrem tapi tetap membiarkannya untuk berkeliaran di dalam platform miliknya.

Menanggapi hal tersebut, Facebook menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan investasi yang besar untuk dapat mendeteksi dan menghapus konten-konten berbau terorisme. Mereka pun mengaku bahwa tingkat kesuksesannya lebih tinggi dibanding dua tahun terakhir.

"Kami tidak mengklaim untuk mencari semuanya dan kami masih waspada dalam usaha kami untuk melawan kelompok-kelompok teroris di seluruh dunia," pungkas Facebook, sebagaimana detikINET kutip dari BBC.


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed