Jumat, 10 Mei 2019 09:44 WIB

Pendiri Facebook Kecewa dan Kritik Habis Mark Zuckerberg

Fino Yurio Kristo - detikInet
Mark Zuckerberg. Foto: Justin Sullivan/Getty Images Mark Zuckerberg. Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta - Mark Zuckerberg bukan satu-satunya pendiri Facebook. Ada beberapa nama lain, salah satunya Chris Hughes yang turut berperan membantu Zuck mentranformasi Facebook dari sebuah proyek di kamar asrama menjadi bisnis sesungguhnya. Tapi saat ini, Hughes tampak kecewa dengan Zuck.

Dalam opini panjangnya di New York Times, Hughes menyatakan bahwa Zuck punya kekuasaan yang tidak dikendalikan dan punya pengaruh begitu jauh. Maka, ia mengusulkan agar Facebook dipecah saja.

"Mark adalah orang yang baik. Tapi aku marah bahwa fokus dia soal pertumbuhan membuatnya mengorbankan keamanan dan peradaban demi klik," tulis Hughes yang dikutip detikINET dari CNN.



"Aku kecewa pada diriku dan tim awal Facebook karena tidak berpikir tentang bagaimana algoritma News Feed bisa mengubah kultur kita, mempengaruhi pemilu dan menjadi sumber daya para pemimpin nasionalis," papar dia.

"Dan aku khawatir Mark mengelilingi dirinya sendiri dengan tim yang meyakinkan soal keyakinannya dan bukannya menentang dia," sebut Hughes lagi.

Hughes yang sudah lama tidak aktif di Facebook adalah nama kesekian yang mengkritik Facebook serta Zuck. Zuck dipandang tidak efektif menangani skandal yang melingkupi media sosial terbesar dunia itu terkait perlindungan privasi ataupun penyebaran berita hoax.

Hughes pun memandang Facebook perlu diregulasi bukan hanya terkait masalah tersebut. Ia menganggap dominasi Facebook terlampau besar dengan mengontrol sekitar 80% pendapatan bisnis jejaring sosial dunia. Monopoli itu harus dikendalikan, misalnya dengan memisahkan Facebook dengan WhatsApp dan Instagram.

"Pengaruh Mark luar biasa, jauh dibandingkan siapapun di sektor swasta ataupun pemerintahan. Dia mengendalikan 3 platform komunikasi inti, Facebook, Instagram dan WhatsApp, yang digunakan miliaran orang tiap hari," lanjut Hughes.



Hughes menyarankan pula agar pemerintah AS menciptakan lembaga baru khusus untuk mengatur para perusahaan teknologi.

"Zuckerberg telah menciptakan raksasa yang membatasi pilihan konsumen. Tergantung pemerintah kita untuk memastikan kita tidak kehilangan keajaiban karena ada pengaruh tangan-tangan yang tidak tampak," sarannya. (fyk/krs)