Minggu, 23 Sep 2018 10:54 WIB

Ini Calon Silicon Valley-nya Asia, Ada Jakarta?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Dok. Colliers Foto: Dok. Colliers
Jakarta - Asia terus memoles diri untuk menjadi pusat pergerakan arus teknologi. Sejumlah kota di Asia dinobatkan sebagai calon Silicon Valley berikutnya.

Untuk diketahui, Sillicon Valley adalah nama daerah di San Francisco, Amerika Serikat, di mana di dalamnya banyak perusahaan teknologi berasal, misalnya Google, Facebook, Apple, Netflix, dan lainnya.

Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Colliers, perusahaan properti komersil, mengungkapkan deretan kota besar di Asia yang bisa dijadikan 'rumah' bagi perusahaan teknologi untuk berkembang.

Laporan ini mencetak 16 kota yang dilihat dari 50 kriteria dan daftar kota-kota yang paling memungkinkan jadi pusat teknologi dalam waktu dekade mendatang.

Hasilnya, India dan China masing-masing menyumbang dua kotanya yang bisa dikatakan 'ramah' bagi perusahaan teknologi di urutan lima besar.

Andrew Haskins, Colliers Asia Head of Research, mengatakan bahwa para peneliti sangat mempertimbangkan pertumbuhan dan ketersedian bakat, ketika memperingkatkan kota, karena memperoleh talenta adalah tantangan utamabagi perusahaan teknologi Asia.

Berikut kota yang dimaksud, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Minggu (23/9/2018):

1. Bangalore
Punya bakat yang luas dan mendalam, membuat Bangalore jadi kota India yang paling pesat perkembangannya. Penilaian ini dilihat dari ruang kantor berkualitas, sewa rendah, biaya staf rendah, dan begitu juga ongkos sehari-hari.

Tetapi, ini tidak berdampak baik pada kualitas dan infrastruktur akomodasi.

2. Singapura
Siapa yang tidak mengenal singapura sebagai pusat teknologi Asia. Negara kecil yang sebelah Indonesia ini selalu jadi pilihan bagi perusahaan global untuk membuka cabang kantor di sini.

Seperti di Bangalore, talenta di negara ini sangat mumpuni sehingg jadi daya tarik utamanya, di samping itu pajak pribadi yang rendah, serta keamanan dan kualitas hidup yang tinggi membuat Singapura jadi pilihan.

3. Shenzhen
Kota satu ini unggul dalam kemampuan manufaktur, ruang kantor yang melimpah, ruang kerja yang fleksibel, dan biaya staf yang cukup moderat. Selain itu, berada di teluk besar China membuat shenzhen jadi menguntungkan.

4. Beijing
Berperan sebagai ibu kota China, Beijing begitu kuat dalam bidang kecerdasan buatan dan tentu talenta di sini sangat banyak. Kendati sewa kantor di Beijing adalah yang paling mahal di negeri Tirai Bambu.

5. Hyderabad
Namanya masih terdengar asing dari Bangalore maupun New Delhi. Namun, siapa sangka Hyderabad memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan keuntungan pajak yang rendah dan juga biaya hidup.

Lalu, di mana Jakarta? Colliers memasukkan Jakarta, tetapi posisinya berada di urutan tiga terbawah, bersama Taipei dan Chengdu. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed