Rabu, 05 Sep 2018 16:51 WIB

Berpeluang Jadi Ketua Timses Jokowi, Ini Profil Nadiem Makarim

Fino Yurio Kristo - detikInet
Nadiem Makarim. Foto: Grandyos Zafna Nadiem Makarim. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Wakil Ketua Timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, mengatakan sosok muda yang berkompeten punya peluang jadi Ketua Timses Jokowi. Dia menyebut salah satunya Nadiem Makarim yang adalah CEO Go-Jek.

"Ya semua punya kesempatan yang sama lah peluang. Banyak anak muda yang diorbitkan ya, termasuk yang punya gojek itu ya, Nadiem," kata Moeldoko di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2018).

Nama Nadiem Makarim belakangan memang semakin tenar. Go-Jek buatannya makin menggurita, bahkan sudah meluncur di Vietnam dengan nama Go-Viet. Lalu rencananya, Go-Jek juga bakal mengaspal di Thailand, Filipina dan Singapura.



Dia juga disebut-sebut termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan laporan Globe Asia, pria berdarah Arab itu memiliki kekayaan senilai USD 100 juta, atau sekitar Rp 1,5 triliun. Hal ini membuatnya sukses bertengger di urutan 150 dalam daftar tokoh-tokoh terkaya di Indonesia.

Bagaimana awal dia mendirikan Go-Jek? Pada tahun 2011, Go-Jek sebenarnya sudah dirintis. Tapi barulah layanan itu melesat sejak peluncuran aplikasinya di ponsel Android dan iOS pada awal tahun 2015.

Menurut berbagai sumber, Nadiem sendiri berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Nono Anwar Makarim seorang aktivis dan pengacara terkemuka keturunan Minang dan Arab.

Sejak kecil, dia terbiasa diantar jemput dengan mobil pribadi. Nadiem pun mendapatkan pendidikan bergengsi di luar negeri. Sekolah menengahnya di Singapura dan New York.

Kemudian, ia masuk ke Brown University, sebuah kampus di Rhode Island, Amerika Serikat. Tak berhenti sampai di situ, ia melanjutkan kuliah pasca sarjana di Harvard Business School dan meraih gelar Master of Business Administration.

Kembali ke Indonesia, Nadiem sempat bekerja sebagai konsultan sebelum mendirikan Go-Jek. Ia pernah mengaku memang gemar menggunakan layanan ojek untuk menembus kemacetan Jakarta.

Terbersit di pikirannya untuk memudahkan penumpang dan pengojek terhubung dengan aplikasi smartphone. Dan lahirlah aplikasi Go-Jek pada awal tahun 2015.

Menurutnya, Go-Jek punya tujuan mendorong perubahan agar sektor transformasi sektor informal seperti ojek agar yang tadinya bekerja serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu bisa beroperasi secara profesional dengan pendapatan lebih baik.

"Kami di sini berusaha untuk menawarkan solusi lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan pekerjaan. Dimana mereka yang hanya punya motor, punya smartphone, dan berkemauan keras bisa bekerja," ujarnya saat dulu meluncurkan aplikasi Go-Jek.

"Kami juga berusaha untuk mensejahterakan tukang ojek yang mungkin selama ini penghasilannya tidak seberapa dengan memberikan pendapatan tambahan yang didapat dari Go-Jek Indonesia ini," tambahnya.



"Dengan Go-Jek, para pengemudi ojek ini setidaknya lebih produktif karena mereka tidak hanya membawa penumpang saja, tetapi juga membantu berbelanja dan juga mengirimkan paket yang mana itu semua bisa menambah pendapatannya," ungkap Nadiem.

Tak dinyana, Go-Jek cepat melesat sampai sekarang, di mana ekosistem ojek online sudah semakin matang dan valuasi Go-Jek sudah tembus USD 5 miliar. Dan nama Nadiem pun ikut melambung. Jika membahas ojek online, namanya pun hampir selalu disebut.


Soal Ketua Timses Jokowi, Apa Kata PDIP? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


Berpeluang Jadi Ketua Timses Jokowi, Ini Profil Nadiem Makarim
(fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed