Kamis, 12 Jul 2018 09:16 WIB

Kacau! Kecerdasan Buatan Bisa Hapus Watermark Foto

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Nvidia Foto: Nvidia
Jakarta - Kabar buruk bagi para fotografer. Kecanggihan kecerdasan buatan yang kian hari semakin berkembang ternyata bisa mengancam keaslian hasil foto tangkapan para fotografer.

Teknologi kecerdasan buatan terbaru yang dimiliki oleh Nvidia mampu memperbaiki tekstur kasar pada foto. Perbaikan itu juga meliputi penghapusan teks dan watermark di dalam gambar.

Perusahaan yang berkantor pusat di Santa Clara, Amerika Serikat ini bekerja sama dengan para peneliti dari Aalto University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk mewujudkan teknologi berpotensi melanggar hukum ini. Selain itu, mereka juga memberikan pelatihan kepada kecerdasan buatan itu.

Kacau! Kecerdasan Buatan Bisa Hapus Watermark FotoFoto: Nvidia


Sayangnya, pelatihan yang diberikan tidak mencakup seluruh materi pembelajaran. Bukannya memberikan perbandingan foto sebelum dan sesudah diperbaiki, dengan masing-masing contoh yang rusak dan kualitas optimal, kecerdasan buatan ini hanya disuruh mempelajari foto-foto dengan resolusi buruk.

Jika menurut para peneliti, hal tersebut dilakukan karena memungkinkan bagi teknologi ini untuk belajar memulihkan sebuah foto tanpa perlu mengobservasi seperti apa contoh yang bagus. Metode ini, menurut mereka, menghasilkan performa yang lebih baik dari kecerdasan buatan itu, sebagaimana detikINET kutip dari Cnet, Kamis (12/7/2018).


Belum lama ini, para peneliti dari Nvidia juga memamerkan kemampuan lain dari kecerdasan buatan mereka, yaitu mengubah video 30 fps standar menjadi slow-motion pada 240fps. Produsen chip tersebut memperhatikan dua frame berbeda kepada teknologi bersangkutan untuk menghasilkan rekaman baru di antara keduanya.

Lalu, jika ditarik lebih mundur lagi, sejatinya Nvidia sudah tidak asing dalam mengembangkan kecerdasan buatan di dunia fotografi. Teknologi bernama FastPhotoStyle yang dimilikinya bisa memanipulasi konten dalam foto yang digabungkan dengan foto lainnya. Hasilnya, gabungan foto tersebut memiliki dua efek konten yang disatukan.

(mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed