Kamis, 31 Mei 2018 11:06 WIB

Kisah Menarik Pria Pemalu Sukses Raup Harta Rp 611 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ma Huateng sang pendiri Tencent. Foto: Getty Images Ma Huateng sang pendiri Tencent. Foto: Getty Images
Jakarta - Nama Ma Huateng belakangan makin banyak dibicarakan. Pria yang terkesan pemalu ini adalah orang terkaya di China, dengan harta terkini menurut Forbes mencapai USD 44,1 miliar atau di kisaran Rp 611 triliun. Seperti apa kisah hidupnya yang tentu penuh perjuangan sampai berada di posisi itu?

Pengaruh Ma Huateng dan perusahaan yang didirikannya, Tencent, saat ini memang sungguh besar di China. Layanan messaging WeChat sampai game Honour of Kings sangat populer di Negeri Tirai Bambu. Tapi di tengah sukses perusahaannya itu, Huateng malah jarang tampil ke publik.

Ma jarang sekali mau diwawancarai media dan tak seperti Jack Ma, rivalnya pendiri Alibaba, nyaris tak pernah menceritakan kisah hidupnya. Bahkan dikutip detikINET dari Moneyweek, tempat tinggalnya pun tak diketahui dengan pasti. Cuma diperkirakan kalau tidak di Hong Kong, mungkin di Shenzen.

Istrinya, yang bernama Wang Danting, juga sama jarangnya muncul. Ma dan Wang kenalan melalui chatting di pesan instan buatan Ma, QQ. Setelah 3 bulan chatting, barulah mereka bertemu dan memutuskan menikah.

"Aku bertemu istriku melalui QQ. Tapi dia tak tahu siapa diriku waktu itu. Aku hanya bilang bekerja sebagai engineer," kata Ma suatu ketika dengan ekspresi kalem yang menjadi gayanya.

Masa Awal Kejayaan

Huateng yang juga biasa dipanggil Pony Ma lahir di distrik Chaoyang, Shantou pada 46 tahun lalu. Ayahnya manajer pelabuhan di Shenzen. Dia kuliah di Shenzen University dan lulus pada tahun 1993 dari jurusan Ilmu Komputer.

Ma Huateng kala muda. Foto: Istimewa


Selepas kuliah, Huateng bekerja mengembangkan software untuk perangkat pager yang kala itu merupakan gadget populer. Saat itu masih awal booming teknologi di China di mana hanya ada 1 komputer untuk 100 orang penduduk.

Huateng sendiri bekerja di wilayah Shenzen dengan gaji pertamanya USD 176 per bulan. Tinggal di wilayah yang nantinya jadi pusat teknologi China itu tentu memberinya keuntungan dan banyak inspirasi. Dia pun bertekad menciptakan perusahaan sendiri.

Lima tahun bekerja untuk orang lain, Huateng yang berusia 27 tahun bersama 4 rekannya teman kuliah lantas mendirikan Tencent pada tahun 1998. Perusahaan itu terus merugi pada 3 tahun pertama dan mengandalkan pendanaan dari pemodal.

Produk pertama mereka yang sukses besar adalah layanan pesan instan QQ, yang langsung menjadi sumber pemasukan utama Tencent. Uang didapatkan melalui iklan dan biaya berlangganan untuk pengguna QQ premium.



QQ sebenarnya bukan layanan orisinal, banyak yang menyebutnya sebagai jiplakan ICQ, layanan instant messaging pertama di dunia yang dibuat tahun 1996 oleh perusahaan Israel.

Pada tahun 2001, mereka berhasil mendapatkan pendanaan USD 32 juta dan melantai di bursa saham Hong Kong pada tahun 2004. Kemudian mereka merambah dunia game dengan judul-judul populer seperti CrossFire, Dungeon Fighter Online sampai League of Legends.

Kelahiran WeChat

Tencent terus agresif berinvestasi dan mengembangkan produk sendiri. WeChat buatan Tencent yang dilahirkan pada tahun 2011, kini adalah layanan messaging terbesar di China dan bisa dikatakan tanpa saingan.

"Tak berlebihan jika produk-produk Tencent berpengaruh pada kehidupan sekitar semiliar penggunanya di China. Di gaming, messaging, bank dan lainnya, Tencent membuat dirinya tak tergantikan," sebut Robert Hackett dari Fortune.

Bersama logo perusahaannya. Foto: Reuters


WeChat kadang dibandingkan dengan Facebook karena popularitasnya yang sangat tinggi di China. Apalagi Facebook dan anak perusahaannya, WhatsApp, dilarang beroperasi di sana. Pengguna aktif WeChat per bulan mencapai sekitar 1 miliar.

WeChat nyaris bisa digunakan untuk apa saja. Dari mengirim pesan, menelepon, main game, mengirim uang, berbelanja, membayar restoran, memesan taksi online bahkan buat kencan online pun bisa. Istilahnya palugada, apapun yang lu mau gue ada.

Tencent rajin pula mencari peluang di mancanegara, termasuk melakukan aksi akuisisi. Supercell, developer game populer Clash of Clans asal Finlandia, mereka beli senilai USD 8,6 miliar pada tahun 2016.

Tencent banyak pula menanamkan modal di perusahaan asing. Misalnya mereka punya 5% saham di Tesla, 10% saham di Snap dan kabarnya ingin mencaplok 10% saham Spotify. Dan tahun lalu, Tencent menjadi perusahaan asal Asia pertama dengan valuasi tembus USD 500 miliar.



Huateng meskipun terkesan pemalu, makin tenar. Tahun 2007 dan 2014, dia masuk daftar orang paling berpengaruh dunia versi majalah Time. Dan tahun lalu, Huateng masuk pebisnis paling top versi majalah Fortune.

Huateng dikenal pula gemar beramal. Tahun 2016, dia menyumbang saham senilai USD 2 miliar untuk kemanusiaan, salah satu aksi filantropi terbesar di China. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed