"Facebook kemarin sudah bicara, sekarang dengan Twitter. Karena Twitter sudah ada di Indonesia jadi lebih bagus prosesnya," ungkap Rudiantara usai menghadiri acara diskusi telekomunikasi 2017 yang digelar oleh Telco Editor Forum di Balai Kartini, Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.
Saat disinggung apakah pertemuan dengan Twitter ini hanya membahas soal hoax atau menyangkut hal lainnya, seperti pajak untuk para pemain Over The Top (OTT), Rudiantara cenderung menutupinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Facebook dan Twitter, perusahaan teknologi lain juga diajak kerja sama oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi peredaran hoax yang menggurita akhir-akhir ini. Rudiantara mengatakan kalau Google sudah aktif berperan untuk meredam hoax, seperti yang dilakukannya pada waktu lalu.
"Google sudah lakukan implementasi anti hoax di Dewan Pers kemarin, saya hadir waktu itu. Ini bagus bagi teman-teman di media, bisa kroscek, kualitas jadi lebih bagus tulisannya karena bisa mereduksi hoax," tuturnya. (fyk/fyk)