Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
e-Commerce untuk UKM, Tapi yang Laku Cuma 5%

e-Commerce untuk UKM, Tapi yang Laku Cuma 5%


Yudhianto - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Roadmap e-commerce sejatinya digarap untuk meningkatkan peluang UKM di ranah digital. Namun harapan itu jauh dari kenyataan jika melihat porsi UKM yang masih sangat rendah di e-commerce.

Menurut Andy Sjarif, Founder SITTI & Nurbaya Initiative, e-commerce yang sedemikian tumbuh saat ini memunculkan fakta ironis soal UKM. Sebab. menurut data yang dimilikinya, hanya sekitar 5% saja produk UKM yang terjual lewat e-commerce.

Fakta tersebut lantas memunculkan pertanyaan, sebenarnya roadmap e-commerce yang tengah digalang pemerintah ini arahnya seperti apa? Takutnya roadmap e-commerce pemerintah malah didominasi oleh organisasi-organisasi non UKM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi lantas memberi masukan ke pemerintah. Jika roadmap e-commerce memang benar-benar disiapkan untuk UKM seharusnya para pelaku UKM diberi wadah online untuk bisa memasarkan produknya. Cara ini diyakini lebih efisien ketimbang memaksa pelaku UKM untuk belajar e-commerce.

"Teman-teman UKM harusnya dikasih akses ke online, bukannya dipaksa belajar. Mereka tidak akan sempat (kalau dipaksa belajar) karena sibuk urus bisnisnya sendiri-sendiri. Masa mau disuruh bikin Facebook store, mana sempat," kata Andi, di acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Banten.

UKM sendiri memberikan kontribusi besar untuk perekonomian Indonesia. Tercatat sekitar 50% Gross Domestic Bruto (GDP) Indonesia disumbang oleh segmen usaha menengah bawah itu. Bahkan menurut Andi, Indonesia bisa mendapatkan tambahan 2% dari total GDP kalau UKM Indonesia memanfaatkan jalur e-commerce.

"Kalau saja 8 juta UKM di Indonesia bisa online, saya yakin positif (untuk tambahan GDP 2%)," Andi menandaskan. (yud/ash)
TAGS







Hide Ads
LIVE