Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Buka-bukaan Red Star, OS Korea Utara yang Tertutup

Buka-bukaan Red Star, OS Korea Utara yang Tertutup


Yudhianto - detikInet

red star OS
Jakarta - Korea Utara dikenal sebagai negara yang sangat tertutup dengan dunia luar, tapi bukan berarti teknologi yang ada di dalamnya tak berkembang. Negara komunis ini punya OS besutannya sendiri yang dinamai Red Star yang juga tak kalah tertutup. Seperti apa?

Dikatakan tertutup karena Red Star OS yang berbasis Linux ini dibekali dengan banyak perlindungan di dalamnya. Salah satu contohnya adalah kalau misalnya pengguna menyimpan atau mengkopi suatu file ke flashdisk dari Red Star, OS ini akan memberikan watermark di file tersebut. Tujuannya disebut agar file tersebut bisa dilacak kalau-kalau disalahgunakan.

Tapi itu belum ada apa-apanya. Tak seperti OS lainnya yang bisa diutak-atik hingga ke file sistemnya, kalau ada yang coba mengutak-atik file sistem di dalam Red Star OS, secara otomatis sistem akan langsung melakukan reboot. Red Star OS sepertinya sangat paranoid sama yang namanya modifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlindungan lainnya yang dibenamkan di Red Star OS adalah antivirus dan browser yang tertuju pada satu internal server yang berada di wilayah Korea Utara. Artinya, apapun website yang dikunjungi dari Red Star OS bakal diketahui oleh pihak Korea Utara. Begitu juga kalau ada virus baru yang dianggap berasal dari β€˜luar’, bisa langsung ditelusuri sumbernya.

Dengan segala pembatasan di Red Star OS tersebut, bisa dipastikan pemerintah Korea Utara sangat ingin tetap menjaga apapun yang ada di dalam negaranya tetap terisolasi, bahkan termasuk OS buatannya. Meski mungkin ada orang yang mampu mengutak-atik Red Star OS untuk mempelajari isinya, siap-siap dengan risikonya yakni dilacak oleh pihak Korea Utara. Demikian seperti detikINET kutip dari Engadget, Senin (28/12/2015).

(yud/ash)







Hide Ads