SiPinter bukanlah panggilan seseorang, melainkan aplikasi yang merupakan kepanjangan dari Sistem Pelaporan dan Informasi Pembinaan Teritorial.
Dalam lawatannya ke sejumlah booth, Jokowi menyempatkan diri untuk berkunjung ke booth SiPinter. Presiden mendapat penjelasan seputar aplikasi berbasis Android yang diciptakan untuk meningkatkan produktivitas Babinsa (Bintara Pembina Desa) di jajaran Kodam IV Diponegoro itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi nantinya selain berfungsi untuk mendukung solusi pembinaan teritorial di Kodam IV Diponegoro, aplikasi ini juga mampu mensinergikan peran petugas Dinas Pertanian, PPL, dan Babinsa di lapangan melalui koordinasi secara terpadu.
Smartfren mengatakan hadirnya aplikasi ini diharapkan mampu mendukung program Swasembada Pangan dalam waktu tiga tahun yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dalam Perpres No. 2 Tahun 2015.
"Pertanian berkaitan erat dengan ketahanan pangan, oleh karena itu harus mendapatkan perhatian khusus, tak hanya pemerintah, tpai juga melibatkan peran swasta dan masyarakat. Fitur-fitur yang ada di dalam SiPINTER dapat menjadi alternatif bagi sistem komunikasi dan komando secara taktis bagi Babinsa," ujar Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren Telecom.
Keunggulan sistem ini dapat berfungsi sebagai alat deteksi posisi dan pergerakkan oleh jajaran pimpinan baik melalui komputr atau langsung dari smartphone.
Babinsa saat bertugas melaksanakan pembinaan mengumpulkan data baik aspek demografi, geografi, maupun sosial, serta dapat melaporkan situasi dan perkembangan kondisi di lapangan secara realtime.
Data-data yang dikirim dari Babinsa tersimpan langsung di fasilitas data center dengan sistem keamanan terlapis. Melalui Puskodal data tersebut dapat terlihat dan dikelompokkan dalam klasifikasi tertentu. Pemantauan tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik sesuai dengan kebutuhan.
(ash/ash)