Setiap taksi yang melewati kantor itu pun melambatkan laju kendaraan sembari membunyikan klakson, untuk mengungkap dukungannya terhadap para demonstran.
Para demonstran adalah anggota dari Serikat Pekerja Taksi San Francisco yang menuntut bahwa layanan pemesanan mobil semacam Uber harus menuruti aturan layaknya taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para sopir taksi di Amerika Serikat sudah sejak lama mengeluhkan kehadiran layanan pemesanan mobil seperti Uber. Menurut mereka, perusahaan seperti Uber tak cuma mencuri bisnis mereka, namun juga tak beroperasi dengan aturan yang sama.
Layanan Uber pertama didirikan pada tahun 2009 di San Francisco. Namun kini mereka sudah ada di ratusan kota yang tersebar di 57 negara. Bahkan, Uber kini punya nilai perusahaan yang sangat tinggi, sekitar USD 41,2 miliar.
"Dalam kurun waktu lima tahun, Uber sudah mempunyai dampak yang signifikan terhadap komunitas lokal dengan memberikan layanan transportasi yang bermutu, terjangkau, mengurangi kecelakaan akibat sopir yang mabuk dan lainnya," ujar Eva Behrend, juru bicara Uber.
(asj/ash)