Daftar pertama diisi oleh Adam Bain. Ia adalah orang dalam Twitter yang saat ini menjabat sebagai President Global Revenue. Bain juga pernah bekerja sebagai Media Executive di Fox Interactive Media. Kemampuannya yang punya relationship kuat dengan banyak media partner Twitter disebut-sebut jadi daya tarik utama yang dimilikinya.
Bain kerap mondar-mandir keliling dunia menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan. Ia juga orang yang dipercaya oleh Fox untuk mengawasi tingkat pendapatan di kancah global. Dengan skill yang dimilikinya itu, Bain dipercaya memiliki prospek cemerlang untuk kemajuan Twitter, terutama untuk menggenjot pendapatan.
Sedangkan kandidat lain adalah Anthony Noto, yang juga masih merupakan orang dalam Twitter. Jabatannya sekarang adalah Chief Financial Officer. Noto menjadi kandidat yang tak kalah kuat karena dianggap punya peran besar di situs mikroblogging itu, terutama di sisi operasional. Sehingga ia dianggap banyak tahu soal seluk beluk Twitter dan sangat paham akan apa yang harus dilakukan ke depannya.
Selain kedua nama di atas, kandidat lain yang juga masuk pertimbangan adalah Ross Levinsohn yang pernah menjabat sementara sebagai CEO Yahoo serta Mike McCue yang merupakan CEO Flipboard, sebuah layanan news aggregator ternama.
Tapi siapapun yang bakal jadi CEO baru Twitter nantinya, harus siap-siap memikul tugas berat. Pasalnya, sejak memulai debutnya sebagai perusahaan terbuka pada tahun 2013 lalu, Twitter belum mampu memenuhi ekspektasi lantai bursa. Jadi sepertinya peningkatan nilai saham bakal jadi salah satu target yang juga harus dipenuhi CEO Twitter nantinya, selain juga harus tetap mengejar target jumlah pengguna dan pendapatan.
(yud/ash)