Berdasarkan bocoran yang dilansir Tech Crunch, Rabu (8/4/2015), layanan semacam ini sedang disiapkan co-founder Uber. Kabarnya, Uber sedang mengembangkan layanan baru bernama 'Operator'.
Sederhananya, Operator akan membantu pengguna melakukan hal-hal yang ingin dikerjakannya. Petugas Operator akan melakukan riset untuk menemukan solusi terbaik untuk masalah di pengguna dan menyediakan berbagai opsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, seseorang ingin membeli kado untuk ulang tahun ayahnya. Operator akan memberi opsi berbelanja barang tertentu atau memesan tempat untuk makan malam keluarga.
Ketika si pengguna mengonfirmasi salah satu pilihan, contohnya memesan tempat makan malam, petugas Operator akan menelepon restoran yang sudah dipilih sesuai dengan waktu yang diinginkan si pengguna.
Selanjutnya, pembayaran jasa akan dibebankan pada kartu kredit, sama seperti cara membayar layanan pemesanan taksi yang selama ini dilakukan Uber.
Namun seperti dilansir Tech Crunch, Kamis (9/4/2015), belum diketahui kapan layanan ini akan tersedia ke publik. Uber belum bersedia memberikan komentar soal ini.
Kontroversi layanan pemesanan taksi Uber memang membuat perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini harus kreatif mencari peluang bisnis. Di beberapa kota di negara tertentu, Uber memang menawarkan layanan yang lebih variatif.
Contohnya di Manhattan, AS ada Uber Rush untuk mengantarkan paket. Ada juga Uber Pool di San Francisco, AS yang memungkinkan sekelompok orang dengan tujuan sama, saling berbagi pembayaran taksi.
Di Barcelona, Spanyol misalnya, pemerintah setempat melarang taksi Uber mengantar penumpang. Tak habis akal, Uber pun beralih menawarkan jasa mengantarkan makanan melalui layanan UberEats.
(rns/ash)