Socmed Fest 2012 sendiri menunjuk pendiri Kaskus Andrew Darwis sebagai Chairman. Dia mengatakan untuk tahun ini, akan lebih banyak komunitas yang akan diajak bergabung.
"Di Socmed Fest tahun ini kita mengusung tema Create & Collaborate. Maksudnya, kita berharap penggiat social media yang biasa bergeliat di dunia maya, biasa bertemu dan berkolaborasi dengan penggiat yang lainnya," tegas Andrew, saat konferensi pers, di FX Plaza, Selasa (3/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di tempat yang lebih besar, hajatan akbar ini juga akan digelar selama tiga hari mulai dari 19, 20, 21 Oktober 2012.
Shafiq mengungkapkan untuk pendaftaran gelombang pertama sudah ada 108 komunitas yang mendaftar. Namun tidak semua komunitas akan bisa ikut berpartisipasi, karena pihak panitia masih akan menyeleksinya.
"Berbeda dengan festival sejenis, Socmed Fest ini benar-benar dibuat untuk mereka penggiat media sosial. Semacam panggung untuk unjuk diri agar bisa dilirik satu sama lain," tandas Shafiq.
Indonesia sendiri bisa dibilang sebagai negerinya sosial media. Menempati posisi lima besar dari pengguna Facebook dan Twitter di dunia, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling ramai menyumbang perbincangan di internet.
Maraknya media sosial di Indonesia juga turut menyuburkan pertumbuhan komunitas, start-up dan berbagai mcam kegiatan yang memanfaatkan medium tersebut. Walaupun sebagian besar komunitas cukup fasih sebagai pengguna media sosial, tidak sedikit yang belum memanfaatkanya secara optimal.
Di sisi lain, pengguna internet, mulai dari individu hingga pemilik brand, mempunyai kebutuhan untuk mengenal komunitas media sosial lebih jauh dan turut berpartisipasi bersama komunitas tersebut.
Latar belakang inilah yang mencetuskan ide untuk menggelar pesta akbar komunitas media sosial dengan nama Social Media Fest 2011 yang berhasil mengumpulkan sekitar 70 komunitas dan lebih dari 44.000 pengunjung.
(ash/ash)