Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) sendiri mengaku tak asal menutup domain situs yang berada di bawah naungannya, termasuk situs www.bankmandiri.co.id yang sempat kedaluwarsa.
Ketua Pandi, Andi Budimansyah mengatakan bahwa sebelum mematikan domain sebuah situs, pihaknya selalu melakukan pemberitahuan sejak dua bulan dari waktu deadline.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, yang dikhawatirkan Andi adalah berubahnya kontak admin yang mengelola domain tersebut. Bisa jadi admin tersebut sudah berganti email atau tak lagi bekerja di tempat itu.
"Ya yang dikawatirkan seperti itu. Tapi bisa saja memang ini lantaran ketidakpedulian dari admin, kalau benar ya kita prihatin. Soalnya biaya membershipnya cuma Rp 100 ribu per tahun untuk domain .co.id. Biaya ini termasuk untuk situs Bank Mandiri," papar Andi.
Sebelumnya, halaman utama situs bank Mandiri tak bisa diakses dan hanya menampilkan papan pengumuman dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi).
"Bilamana nama domain ini masih ingin dipergunakan maka pihak pemakai/pengelola nama domain ini dapat melakukan proses perpanjangan agar nama domain dapat diaktifkan kembali," tulis Pandi dalam keterangannya.
Tentu saja hal ini sungguh disayangkan. Sebab akibatnya langsung berdampak kepada para nasabah yang tidak bisa mengakses layanan internet banking Mandiri.
"Untuk kasus Bank Mandiri itu by system, jika sampai masa berlakunya habis domain itu tak diperpanjang ya akan langsung mati," pungkasnya.
(ash/wsh)