"Ini (pemblokiran internet total-red.) adalah yang pertama kalinya dalam sejarah," ucap Rik Ferguson dari vendor keamanan internet Trend Micro, seperti detikINET kutip dari AFP, Senin (31/1/2011).
Julien Coulon selaku co founder Cedexis yang memonitor trafik internet menyatakan bahwa dalam 24 jam, mereka kehilangan 97% trafik internet Mesir. Menurut catatan dari Renesys, perusahaan monitoring internet, empat penyedia layanan internet di Mesir serempak memutus akses pada hari Kamis lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Link Egypt, Vodafone/Raya, Telecom Egypt dan Etisalat Misr, semuanya off air. Ada sedikit perkecualian untuk Noor Group yang masih memiliki beberapa koneksi.
Selain internet, jaringan telekomunikasi mobile juga dihabisi di negeri Piramida ini. Operator Inggris yang beroperasi di Mesir yakni Vodafone, mengaku diintruksikan untuk menghentikan layanan. Demikian pula dengan operator Telecom Orange.
Tak pelak, penghentian akses internet di Mesir dianggap sebagai yang paling komprehensif. Pasalnya belum pernah ada negara lain yang melakukannya dalam skala seperti ini. Biasanya yang terjadi hanyalah filter situs tertentu.
"Sampai sejauh ini tidak ada penyaringan sistematis oleh otoritas Mesir, mereka benar-benar mengontrol seluruh internet, " papar Soazig Dollet dari lembaga Reporters Without Borders. (fyk/ash)