menjalani proses pengadilan.
Tauss yang baru saja keluar dari Partai Sosial Demokrat Jerman, dituduh sering menyebarkan konten porno koleksinya melalui piranti ponsel. Bahkan material cabul juga banyak ditemukan di rumahnya.
Dilansir BBC dan dikutip detikINET, Jumat (11/9/2009), Tauss sendiri mengaku gambar-gambar cabul para bocah itu memang miliknya. Namun ia berkilah bahwa
kelakuannya mendownload konten bersangkutan adalah dalam rangka investigasi pornografi anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jaksa penuntut membantah klaim tersangka. Pasalnya tidak ada bukti kuat mengenai pernyataannya, bahkan kenyataan di lapangan justru membuktikan sebaliknya.
Kasus tersebut jelas jadi tamparan keras bagi Tauss, politisi kawakan di Jerman yang baru saja bergabung dengan Partai Pembajak Jerman. Partai ini memperjuangkan kebebasan berinternet serta kebebasan menggunakan situs file sharing. (fyk/faw)