Qualcomm kabarnya akan menaikkan harga chip Snapdragon pada paruh kedua tahun ini. Harga ponsel Android kemungkinan akan ikut naik akibat kebijakan ini.
Bloomberg melaporkan Qualcomm sudah memberi tahu kliennya - yang sebagian besar adalah produsen ponsel Android - bahwa mereka berencana menaikkanya harga chip Snapdragon mulai dari chip yang dikapalkan setelah 1 September.
Mengingat Qualcomm akan menggelar Snapdragon Summit pada 22 September mendatang, kemungkinan besar harga chipset flagship Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan makin mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya, Qualcomm sudah memberi tahu pelanggannya bahwa mereka sudah mencoba menanggung kenaikan biaya komponen selama mungkin, tapi mereka sudah tidak mampu lagi.
Laporan Bloomberh juga mengatakan bahwa perusahaan yang bermarkas di San Diego itu mencoba mencari alternatif, seperti mencai komponen dari pemasok lain, tapi upaya mereka sia-sia, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (25/7/2026).
Kenaikan harga chip Qualcomm kemungkinan akan memiliki efek domino, terutama untuk industri smartphone. Chip Qualcomm dipakai di banyak perangkat, mulai dari ponsel sampai kacamata pintar.
Beberapa bulan yang lalu, Qualcomm bahkan menjanjikan platform chip terbarunya akan mengotaki PC Windows seharga USD 300 untuk menyaingi MacBook Neo. Harga perangkat tersebut akan makin mahal jika produsen membebankan kenaikan harga chip Qualcomm ke konsumen.
Qualcomm bukan satu-satunya perusahaan yang menaikkan harga produknya dalam beberapa bulan terakhir. Hampir semua gadget jadi lebih mahal akibat krisis RAM global, termasuk konsol XboX, Raspberry Pi, perangkat Apple, sampai smartphone dari sejumlah vendor ternama.
Beberapa perangkat bahkan mengalami penurunan spesifikasi bersamaan dengan kenaikan harga komponen, sementara perangkat lain dibatalkan atau ditunda peluncurannya.

