Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Nvidia RTX 5000 Super Tertunda Gara-gara Krisis RAM GDDR7 3GB

Nvidia RTX 5000 Super Tertunda Gara-gara Krisis RAM GDDR7 3GB


Anggoro Suryo - detikInet

Nvidia RTX 50 series
Ilustrasi Nvidia RTX 50. Foto: Nvidia
Jakarta -

Seri RTX 5000 disebut-sebut sudah mulai diproduksi. Berdasarkan laporan terbaru, salah satu mitra pembuat papan sirkuit Nvidia bahkan dikabarkan sudah memiliki kartu grafis tersebut. Namun, masalah klasik yang tidak mengejutkan kembali muncul dan menghambat peluncurannya.

Kabar terbaru mengenai RTX 5000 Super yang bersumber dari VideoCardz menyebutkan bahwa Nvidia telah menginstruksikan mitranya untuk menahan peluncuran kartu grafis tersebut. Alasan utamanya adalah tingginya harga komponen memori GDDR7 berkapasitas 3GB.

Sumber dari publikasi tersebut mengungkapkan bahwa sebuah chip GDDR7 3GB saat ini dibanderol dengan harga antara USD 60 hingga USD 70, sementara chip GDDR7 2GB standar hanya seharga USD 20. Membayar lebih dari tiga kali lipat untuk peningkatan kapasitas memori sebesar 50 persen tentu akan membuat biaya produksi (Bill of Material/BOM) komponen membengkak tajam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Di saat harga komponen sudah melambung tinggi karena perusahaan komputasi AI memborong semua kapasitas manufaktur DRAM dan NAND, merilis kartu RTX 5000 Super dengan harga jual yang terlampau mahal jelas tidak akan populer di pasaran.

Masalah lainnya adalah sejak tahun 2025, Nvidia telah menyerahkan urusan pengadaan chip memori secara mandiri kepada masing-masing mitra pembuat papan sirkuit. Jika perusahaan-perusahaan ini diminta oleh Nvidia untuk menjual seri Super pada atau mendekati harga eceran yang disarankan (MSRP), mereka kemungkinan besar akan memilih untuk tidak memproduksi kartu tersebut sama sekali daripada harus menanggung kerugian besar dari setiap unit yang terjual.

Penggunaan chip memori GDDR7 3GB sebenarnya memungkinkan Nvidia untuk meningkatkan kapasitas memori kartu grafis tanpa perlu menambah jumlah modul memori atau mengubah bus memori. Akan tetapi, harganya yang selangit terbukti menjadi hambatan nyata.

Model yang disiapkan dan ancaman krisis pasokan

Terdapat beberapa model kartu grafis yang dilaporkan sedang dalam tahap pengerjaan untuk lini baru ini, sejalan dengan berbagai rumor spesifikasi yang beredar sebelumnya. Rincian model tersebut meliputi:

  • GeForce RTX 5080 Super
  • GeForce RTX 5070 Ti Super
  • GeForce RTX 5070 Super
  • GeForce RTX 5050 9GB yang juga menggunakan memori GDDR7 3GB

Sama halnya dengan jajaran seri Super, tanggal rilis untuk model RTX 5050 9GB juga belum diputuskan akibat harga chip yang terlalu membebani. Jika Nvidia benar-benar menunggu harga memori turun sebelum merilis kartu-kartu tersebut, konsumen mungkin harus menunggu waktu yang cukup lama.

SK Hynix sebelumnya sempat memprediksi bahwa tahun 2027 akan menjadi masa terburuk bagi industri dari perspektif ketersediaan pasokan memori. Mereka memperkirakan permintaan pasar akan terus melampaui pasokan yang ada bahkan hingga melewati tahun 2030.

Kabar penundaan ini menjadi rincian terbaru dari rentetan bocoran seri RTX 5000 Super yang beredar belakangan ini. Sebelumnya, nama RTX 5080 Super baru saja muncul dalam kalkulator daya (PSU) milik Seasonic, menyusul model RTX 5070 Super dan RTX 5070 Ti Super yang sudah ditambahkan pada bulan September lalu, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (20/7/2026).

Lihat juga Video: Nvidia Pede Bisa Penuhi Permintaan Chip yang Sedang Tinggi

(asj/asj)






Hide Ads