Sebuah 'pulau' yang dipenuhi pepohonan di Kanada sempat membuat warga dan pengelola waduk kebingungan. Pulau tersebut terlihat mengapung di tengah Williston Reservoir, British Columbia, kemudian menghilang dari citra satelit.
Beberapa waktu kemudian, pulau itu ditemukan kembali. Bukan tenggelam, melainkan berpindah sekitar 30 kilometer dari lokasi semula. Fenomena tersebut terjadi di Williston Reservoir, waduk terbesar di British Columbia. Pulau terapung itu diperkirakan berukuran sekitar 140 x 70 meter atau mencakup hampir 9.800 meter persegi.
Kemunculannya pertama kali dilaporkan oleh warga yang sedang berperahu pada pertengahan Agustus. Rekaman video yang memperlihatkan daratan kecil lengkap dengan pepohonan itu kemudian beredar di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, pihak BC Hydro bahkan mengira video tersebut mungkin hasil rekayasa. Bob Gammer dari BC Hydro mengatakan kepada BBC bahwa ia sempat berpikir rekaman itu dibuat dengan AI.
"Saya berpikir, ini bisa ada di mana saja. Mungkin ini tidak nyata," ujarnya seperti dikutip dari BBC.
Namun, keraguan tersebut hilang setelah tim BC Hydro memeriksa citra satelit. Gambar dari 21 Juli 2026 ternyata benar-benar menunjukkan objek menyerupai pulau tersebut mengapung di reservoir. Masalah berikutnya muncul ketika tim mencoba melacaknya. Dalam citra satelit 5 Agustus, pulau tersebut sudah tidak terlihat di lokasi awal.
"Kami benar-benar tidak tahu ke mana pulau itu pergi. Apakah tenggelam? Apakah bergerak ke sudut lain?" kata Gammer.
Misteri tersebut akhirnya terpecahkan setelah citra satelit berikutnya dan laporan dari sejumlah saksi menunjukkan pulau itu berada di kawasan Ospika Arm, sekitar 30 kilometer dari posisi awalnya.
BC Hydro kemudian mengonfirmasi lokasi tersebut pada 31 Agustus berdasarkan citra satelit bertanggal 15 Agustus serta pengamatan dari pesawat kecil dan warga yang berada di atas perahu.
Dengan demikian, pulau itu bukan menghilang secara misterius, melainkan terlepas dan hanyut. BC Hydro memperkirakan pulau tersebut menempuh jarak sekitar 30 kilometer dalam waktu 15 hari.
Fenomena semacam ini sebenarnya memungkinkan terjadi pada waduk besar, meski pulau terapung sebesar itu tergolong tidak umum. Hipotesis terkuat saat ini adalah pulau tersebut terbentuk dari tumpukan kayu dan material organik yang mengumpul selama bertahun-tahun di kawasan tepian reservoir yang terlindung.
Kayu-kayu yang jatuh ke air dapat saling menumpuk. Seiring waktu, material tersebut membusuk dan menjadi tempat tumbuh lumut, tumbuhan, bahkan pepohonan. Akar tanaman kemudian membantu mengikat material menjadi satu massa yang cukup besar dan relatif stabil.
Ketika permukaan air naik tinggi, massa tersebut bisa terangkat dari tepian dan mulai mengapung. Gammer menjelaskan prosesnya dengan analogi sederhana, batang pohon yang jatuh dapat tergeletak dalam waktu lama, kemudian tumbuhan, lumut, dan bahkan pohon baru tumbuh di atasnya.
Kenaikan permukaan air akhirnya dapat mengangkat seluruh massa tersebut dari tempat asalnya. BC Hydro menyebut mekanisme itu sebagai teori terbaik mengenai asal-usul pulau tersebut.
Walaupun terlihat seperti sebidang tanah yang kokoh, struktur tersebut sebenarnya lebih mirip rakit alami raksasa. Di dalamnya terdapat batang kayu, akar, material tumbuhan yang membusuk, serta tanah dan vegetasi yang saling terikat.
Karena itu, permukaannya tidak stabil. BC Hydro memperingatkan masyarakat agar tidak mencoba mendarat atau berjalan di atasnya. "Tetaplah menjauh dari pulau itu. Pulau tersebut bisa pecah," sebut BC Hydro.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Gelombang besar dan angin kencang di reservoir dapat merusak kumpulan kayu dan material organik yang membentuk pulau tersebut. Jika pecah, massa tersebut dapat berubah menjadi kumpulan puing yang tersebar di perairan.
Williston Reservoir sendiri merupakan waduk buatan yang terbentuk setelah pembangunan W.A.C. Bennett Dam di Peace River. Waduk tersebut mulai diisi pada 1968 dan memiliki luas sekitar 1.773 kilometer persegi ketika berada pada kapasitas penuh.
Besarnya wilayah perairan tersebut membuat objek berukuran puluhan meter sekalipun tidak mudah dilacak. Justru teknologi satelit membantu memecahkan misterinya.
Citra satelit bertanggal 21 Juli menunjukkan posisi awal pulau, sementara citra 15 Agustus memperlihatkan lokasinya di kawasan Ospika Arm. Pengamatan dari udara dan laporan warga kemudian membantu mengonfirmasi bahwa objek yang terlihat di kedua lokasi memang merupakan massa yang sama.
Kasus ini menunjukkan bahwa fenomena alam yang tampak seperti misteri bisa dijelaskan ketika berbagai jenis pengamatan digabungkan. Dari daratan, sebuah pulau bisa terlihat seperti muncul begitu saja lalu lenyap. Dari satelit, jejak perjalanannya dapat dilacak.
Dan dari sudut pandang ekologi, 'pulau' tersebut ternyata merupakan ekosistem kecil yang sedang mengembara-terbentuk dari pepohonan dan material organik yang selama bertahun-tahun terakumulasi, lalu dilepaskan oleh perubahan kondisi air.
BC Hydro sendiri mengakui bahwa masih ada pertanyaan yang belum terjawab, terutama mengenai proses persis pembentukan massa tersebut.
"Menemukan pulau itu telah menjawab satu pertanyaan, tetapi sekaligus memunculkan beberapa pertanyaan lainnya," kata Gammer.
"Kami masih perlu mempelajari bagaimana pulau itu terbentuk dan bagaimana bisa hanyut melintasi reservoir," imbuhnya.
(rns/fay)