Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kejadian Unik Saat Erupsi Anak Krakatau 2026 yang Luput dari Perhatian

Kejadian Unik Saat Erupsi Anak Krakatau 2026 yang Luput dari Perhatian


Fitraya Ramadhanny - detikInet

Erupsi Anak Krakatau dari Citra Satelit
Erupsi Anak Krakatau dari citra satelit (Foto: via spacex_spacenews)
Jakarta -

Semua pihak masih memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Rupanya ada kejadian unik yang mungkin luput dari perhatian banyak orang.

Pakar Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Eng Ir Mirzam Abdurrachman ST, MT menjelaskan bahwa secara umum ada dua jenis erupsi berdasarkan kekuatan dan sifatnya.

Yang pertama adalah erupsi eksplosif berupa letusan besar disertai tekanan gas yang sangat tinggi dan melontarkan material padat seperti batu dan abu vulkanik. Yang kedua adalah erupsi efusif berupa keluarnya magma cair menjadi lelehan lava tanpa ledakan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya saat gunung meletus, erupsi yang terjadi adalah satu dari dua tipe ini. Namun tidak demikian dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang saat ini terjadi.

"Anak Krakatau rupanya bisa dua-duanya terjadi barengan," kata Mirzam kepada detikINET, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

Di Gunung Anak Krakatau, kata Mirzam pada awalnya terjadi erupsi efusif yang ditandai lava mancur atau lava fountain. Namun kemudian, malah keluar abu yang merupakan erupsi eksplosif.

"Erupsi efusif itu pembukaannya ada lava fountain dengan tinggi beberapa meter, kemudian lava yang mengalir biasa di permukaan tanah. Erupsi eksplosif pembukaanya seperti buka botol sampanye yang dikocok, keluar batu dll, sekarang tinggal abunya," jelas Mirzam.

Dibandingkan dengan gunung lain, erupsi eksplosif dan evusif tidak terjadi bersamaan. Inilah yang menurut Mirzam membuat erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 ini menjadi unik.

"Gunung Guntur dan Gunung Papandayan itu erupsi efusif dan eksplosifnya jeda bertahun-tahun," pungkasnya.



(fay/ask)




Hide Ads