Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Perkiraan Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Kapan, Ini Kata BMKG

Perkiraan Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Kapan, Ini Kata BMKG


Aisyah Kamaliah - detikInet

Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan keterangan Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau embusan angin yang mengarah ke timur membawa material abu vulkanik tersebut hingga melanda daratan pesisir Banten di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Kota Cilegon. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr
Pencarian soal 'perkiraan abu vulkanik sampai kapan' jadi topik yang banyak dicari oleh warganet. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Jakarta -

Sejumlah daerah masih dihujani abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Pencarian tentang 'perkiraan abu vulkanik sampai kapan' pun ramai, terpancar dari volume search di Google Trends yang naik hingga 120% lebih. Begitu pula pencarian soal 'abu vulkanik gunung krakatau sudah sampai mana' juga jadi topik yang banyak dicari oleh warganet.

Oleh karena itu, detikINET menghubungi Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo. Melalui pesan singkat, Aat menjelaskan sebaran abu vulkanik sangat tergantung oleh tiga hal. Pertama adalah tinggi kolom erupsi ke udara, disusul arah dan kecepatan angin pada setiap level ketinggian, serta besar partikel yang terlontar ke udara.

"Partikel yang berukuran kecil dan terlontar di udara pada lapisan atas yang lebih tinggi, sangat mungkin bertahan berhari hari di atmosfer. Persebarannya dapat lebih jauh apabila kecepatan angin pada ketinggian tersebut bertiup kencang," terangnya, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut Aat, persebaran abu vulkanik ke arah timur Gunung Anak Krakatau berdasarkan model sudah mendekati ruang udara Jawa Tengah. Namun demikian, partikel yang jatuh sampai ke darat terkonfirmasi melalui paper test di Bandara Kertajati masih negatif.

Saat ditanya apakah hujan abu vulkanik akan berlangsung lama jika melihat tren aktivitas Gunung Anak Krakatau, Aat memberi jawaban diplomatis. Berdasarkan penjelasannya, erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama 25 jam sebelumnya menyebabkan konsentrasi partikel di atmosfer terus bertambah.

"Kita semua berharap erupsi segera berhenti dan persebaran atmosfer segera dipercepat turunnya ke darat oleh adanya hujan atau menjauh dari wilayah yang berdampak pada masyarakat dan sektor lainnya," tutupnya.

Lihat juga Video 'Damkar Bersih-bersih Sekolah Tedampak Abu Vulkanik Anak Krakatau':

(ask/fay)




Hide Ads