Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari London
Blak-blakan Teknologi di Balik Kacamata Pintar Pertama Samsung
Laporan dari London

Blak-blakan Teknologi di Balik Kacamata Pintar Pertama Samsung


Fino Yurio Kristo - detikInet

Kacamata pintar Samsung
Kacamata pintar pertama Samsung. Foto: Fino/detikinet
London -

Samsung Electronics meluncurkan kacamata pintar pertamanya yang berbasis AI atau kecerdasan buatan. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini memposisikan kacamata tersebut sebagai perpanjangan dari smartphone dan perangkat wearable yang sudah ada, bukan beroperasi secara mandiri.

Jaein Choi, Executive Vice President, Samsung Electronics sekaligus Head of XR R&D Team Mobile eXperience Business, mengemukakan bahwa kacamata ini dirancang untuk menyatu dengan kebiasaan masyarakat saat ini.

"Jadi kami percaya kacamata AI sejati harus menjadi titik masuk baru untuk AI mobile. Bukan dengan mengganti telepon seluler, dengan menciptakan kecerdasan secara alami dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Choi di sela Samsung Unpacked 2026 di London, Inggris

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penggunaan AI melalui ponsel kini berkembang pesat. Tujuan kacamata pintar ini adalah memperluas pengalaman ini secara alami ke kategori perangkat baru tersebut. Kacamata AI mampu memahami dunia dari sudut pandang pengguna, mengabadikan momen, serta mendengar dan merasakan situasi di sekitar Anda.

"Berbekal kamera, mikrofon, dan speaker berkualitas tinggi, kami dapat menghadirkan pengalaman AI interaktif layaknya percakapan nyata. Perangkat ini juga mampu memahami konteks dan mengingatkan kembali kejadian sebelumnya. Anda bahkan bisa mengambil foto tanpa harus memegang perangkat, sehingga kedua tangan Anda tetap bebas bergerak," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Samsung merancangnya dengan konsep split computing. Jadi, beban pemrosesan data yang berat tidak diselesaikan seluruhnya di bingkai kacamata ini, melainkan 'dilempar' ke smartphone Galaxy yang terhubung.

"Komputasi terbagi benar-benar penting. Kami telah mengembangkan ini dengan Google dan Qualcomm. Kami secara aktif memanfaatkan sumber daya di HP dengan kacamata ini. Kami memiliki lebih banyak tenaga, lebih banyak komputasi, dan lebih banyak memori melalui telepon. Ini juga terkait dengan penghematan daya," jelas Choi.

Kacamata AI ini tidak bekerja sendirian di wajah pengguna. Samsung mengintegrasikannya secara mendalam dengan ekosistem Galaxy lainnya, seperti Galaxy Watch dan earbuds (TWS). Interaksi pengguna dengan kacamata dirancang agar terasa intuitif bagi mereka yang sudah memiliki perangkat-perangkat tersebut.

"Anda dapat menggunakan panel sentuh (di smartwatch) untuk mengontrol kacamata. Dan Anda dapat menangkap momen dan menekan tombol untuk menangkap gambar. Dan bahkan gerakan-gerakan dengan jam tangan juga dapat digunakan untuk mengontrol kacamata," papar Choi.

Perpindahan audio pun dirancang secara otomatis. Ketika pengguna memakai Galaxy Buds, audio akan langsung berpindah dari speaker kacamata ke earbuds, sementara panel sentuh pada kacamata tetap berfungsi penuh untuk mengontrol navigasi.



(fyk/fay)






Hide Ads