Meta PCs baru saja membuat gebrakan berani di pasar komputer rakitan. Mereka merilis desktop gaming bernama Steamroller yang langsung menggunakan SteamOS buatan Valve, bukan Microsoft Windows seperti kebanyakan PC game lainnya.
Langkah ini secara tidak langsung menyulap sebuah PC desktop standar dengan komponen pasaran menjadi "Steam Machine" khusus, menawarkan pengalaman bermain game instan layaknya sebuah konsol.
Secara perangkat keras, Steamroller dirancang sebagai mesin gaming kelas menengah modern. PC ini ditargetkan mampu melibas game-game AAA kelas berat seperti Cyberpunk 2077, Elden Ring, dan Baldur's Gate 3 pada resolusi 1080p dengan frame rate tinggi.
Berikut adalah spesifikasi utama yang disematkan di dalam Steamroller:
- Prosesor: AMD Ryzen 5 9600X (6-core).
- Kartu Grafis: Radeon RX 7600.
- RAM: 16GB DDR5-5600.
- Penyimpanan: SSD 1TB NVMe M.2.
- Motherboard: Pilihan antara B650M atau B850M (sudah terintegrasi dengan Wi-Fi).
- Sistem Pendingin: Pendingin cair AIO 240mm buatan Meta.
- Power Supply: 650W dengan sertifikasi 80+ Gold.
- Casing: Jonsbo D32 berwarna hitam.
SteamOS dan Proton
Meski perangkat kerasnya tangguh, bintang sesungguhnya dari Steamroller adalah perangkat lunaknya. Dengan SteamOS (berbasis Linux) yang sudah terinstal dari pabrik, pengalaman menggunakan PC ini akan terasa sangat mirip dengan konsol portabel Steam Deck. Pengguna akan langsung disambut dengan antarmuka Steam yang familier dan mode Big Picture yang sangat bersahabat dengan kontroler gamepad.
Jika pada tahun 2013 proyek Steam Machine generasi pertama gagal total karena minimnya dukungan perpustakaan game berbasis Linux, ceritanya kini sangat berbeda. SteamOS saat ini dipersenjatai dengan teknologi translasi Proton. Teknologi ini memungkinkan sebagian besar game khusus Windows di Steam dapat berjalan mulus secara native tanpa perlu menunggu versi Linux dari sang developer.
Di sisi lain, Valve selaku pembuat SteamOS memang tengah gencar mendorong adopsi sistem operasi ini di luar perangkat buatan mereka sendiri. Melalui pembaruan SteamOS 3.8, Valve memperluas dukungan untuk platform AMD dan Intel terbaru, serta secara terbuka mendorong komunitas untuk merakit Steam Machine mereka sendiri (asalkan menggunakan kartu grafis AMD).
Developer perangkat lunak Valve, Pierre-Loup Griffais, juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama erat dengan Nvidia untuk menghadirkan dukungan SteamOS bagi Tim Hijau, meski ia mewanti-wanti bahwa dukungan tersebut kemungkinan belum akan rampung pada tahun 2026 ini.
Meta PCs membanderol konfigurasi dasar Steamroller ini dengan harga USD 1.299 (sekitar Rp 21,3 juta). Harga yang ditawarkan tersebut sudah mencakup layanan purnajual seumur hidup untuk diagnosis hardware, pemecahan masalah software, dan dukungan perawatan umum.
Konsumen juga ditawarkan opsi perpanjangan garansi ekstra seharga USD 180 (sekitar Rp 2,9 juta) untuk durasi dua tahun, atau USD 240 (sekitar Rp 3,9 juta) untuk opsi tiga tahun. Bagi mereka yang sudah melakukan pre-order, PC gaming unik ini dijadwalkan mulai dikirim ke tangan konsumen pada 3 Juli 2026, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (1/7/2026).
Simak Video "Whale Cloud Bicara Transformasi Bisnis di Era AI pada BRAVO 500 Summit 2026"
(asj/asj)