Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Epic Games Sentil Valve, Label AI Steam Rugikan Developer

Bos Epic Games Sentil Valve, Label AI Steam Rugikan Developer


Panji Saputro - detikInet

BROOKLYN, NY - AUGUST 09:  CEO of Epic Games Tim Sweeney speaks onstage during Samsung Unpacked New York City at Barclays Center on August 9, 2018 in Brooklyn City.  (Photo by Mike Coppola/Getty Images for Samsung)
Tim Sweeney. Foto: Getty Images
Jakarta -

Bos Epic Games, Tim Sweeney, mengkritik keputusan Valve memasang label pada sejumlah game yang pembuatannya melibatkan kecerdasan buatan (AI). Menurut Sweeney hal tersebut tidak bertanggung jawab dan merugikan para developer.

Sweeney menilai langkah yang diambil Valve akan mempersulit pekerjaan pengembang, karena AI bisa menjadi salah satu cara kreator membuat aset unik. Dirinya melanjutkan, tetapi poinnya di sini bukan sekadar menciptakan aset yang sempurna, melainkan ada beberapa elemen penting seperti narasi atau jalan cerita hingga mekanik permainan yang ditawarkan.

"Menurut saya, tindakan Valve benar-benar tidak bertanggung jawab. Mereka seharusnya tidak melakukan itu, karena hal itu membuat peluang sukses bagi pengembang game menjadi jauh lebih sulit," kata Sweeney, dilansir Games Industry, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pemilik game Fortnite ini mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi dan merasa kasihan dengan para pengembang. Ia bilang para pengembang dihadapkan pada pilihan sulit, apakah lebih baik tidak menggunakan AI yang bisa membuatnya jauh lebih produktif, atau mengakui kekalahannya dari mereka yang justru memakainya.

"Jika Anda ingin memainkannya di Steam, maka Anda harus mendapatkan cap buruk berupa AI yang melekat pada produk Anda, dan sekarang ada komunitas pembenci yang mencoba membunuh game tersebut," ujarnya.

Namun di satu sisi Sweeney sebenarnya menentang penggunaan AI dalam pengembang game. Ia menegaskan tidak ada solusi instan yang dapat mengatasi masalah ini dalam waktu dekat.

Dirinya mengungkapkan kalau AI membuat programmer lebih produktif dalam banyak hal. Contohnya, Sweeney menyinggung soal waktu yang dihabiskan untuk mencari dan memperbaiki suatu bug saat ini menjadi lebih singkat.

Sweeney memang sangat vokal tentang penggunaan AI dalam industri game. Sebelumnya ia berpendapat bahwa platform harus berhenti memberi label pada game yang menggunakan AI. Ia mengingatkan penggunaan AI dalam pengembangan seharusnya tidak berpengaruh pada bagaimana sebuah game diterima.




(hps/fay)






Hide Ads