Sejumlah vendor ponsel asal China diklaim menurunkan target penjualannya untuk tahun 2026 karena krisis memori global. Akibatnya, populasi ponsel murah yang dirilis tahun ini mungkin akan berkurang.
Menurut laporan dari media China, Xiaomi dan Oppo menurunkan target penjualan hingga lebih dari 20%. Sementara itu, Vivo menurunkan target penjualan hampir 15%, dan Transsion kabarnya akan mengirimkan kurang dari 70 juta unit.
Vendor-vendor ponsel di atas kabarnya akan mengurangi produksi ponsel di kategori menengah ke bawah, serta beberapa produk yang dijual di luar China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu orang dalam dari industri mengatakan vendor ponsel sering menggunakan protokol ini untuk memperoleh material dan komponen dengan mudah dari pemasok kelas atas.
"Untuk mendapatkan komponen dari produsen di hulu, vendor ponsel sering menerapkan strategi melebih-lebihkan jumlah pengiriman mereka," kata sumber anonim tersebut, seperti dikutip dari Huawei Central, Kamis (22/1/2026).
"Pada kenyataannya, pemasok storage seperti Samsung dan SK Hynix belum menerima notifikasi apapun dari vendor ponsel bahwa mereka telah menurunkan perkiraan volume pengiriman," sambungnya.
Karyawan lain dari produsen storage mengonfirmasi strategi tersebut. Mereka mengatakan volume yang dilaporkan masih sama seperti yang dicapai tahun lalu tapi dengan sedikit perbedaan. Meskipun Transsion menurunkan volumenya, mereka masih diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta unit.
"Menurut kami, pengurangan 20% adalah pernyataan yang berlebihan. Kami tidak akan menyiapkan persediaan berdasarkan volume ini. Kami memperkirakan bahwa data sebenarnya akan berkurang sekitar 10%," ujar karyawan tersebut.
Produsen memori seperti Samsung, Micron, dan SK Hynix berencana menaikkan harga DRAM hingga 60-70% mulai kuartal pertama tahun 2026. Kenaikan ini akan berdampak langsung kepada vendor ponsel
Menariknya, kenaikan harga DRAM tidak akan berdampak pada vendor seperti Apple dan Samsung karena mereka memiliki solusinya sendiri. Sementara itu, vendor lain seperti Huawei, Honor, dan Lenovo memanfaatkan situasi ini untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar.
(vmp/afr)