Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Krisis RAM, SK Hynix Bangun Pabrik RAM Baru Senilai Rp 200 Triliun

Krisis RAM, SK Hynix Bangun Pabrik RAM Baru Senilai Rp 200 Triliun


Anggoro Suryo - detikInet

SK Hynix
Ilustrasi SK Hynix.
Jakarta -

SK Hynix, salah satu produsen semikonduktor terbesar di dunia, mengumumkan rencana pembangunan fasilitas baru yang akan difokuskan pada produksi dan pengemasan memori berperforma tinggi.

Langkah ini dilakukan untuk merespons lonjakan permintaan chip, khususnya high-bandwidth memory (HBM), yang digunakan secara luas di sektor kecerdasan buatan dan komputasi kinerja tinggi.

Perusahaan berbasis di Icheon, Korea Selatan, itu akan menggelontorkan investasi sebesar USD 12,9 miliar atau sekitar Rp 200 triliun untuk membangun pabrik baru bernama P&T7 di Cheongju. Fasilitas tersebut akan difokuskan pada advanced chip packaging, salah satu proses kunci dalam produksi HBM generasi terbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SK Hynix menyebut pembangunan pabrik P&T7 akan dimulai pada April 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir 2027. Pabrik ini diharapkan memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan perusahaan memenuhi permintaan pasar terhadap produk AI, termasuk HBM yang saat ini menjadi komponen krusial bagi prosesor AI dan infrastruktur data center.

Cheongju bukan wilayah baru bagi SK Hynix. Kota tersebut sudah menjadi lokasi pabrik M15 yang beroperasi sejak 2018. Selain itu, SK Hynix juga tengah membangun fasilitas M15X di area yang sama untuk memperluas kapasitas produksi DRAM dan HBM generasi baru. Perusahaan mengklaim pembangunan M15X berjalan lebih cepat dari jadwal awal.

Melalui kehadiran P&T7, SK Hynix menargetkan penguatan kapasitas produksi HBM Korea Selatan dalam jangka panjang. Perusahaan juga membuka peluang investasi lanjutan di Cheongju, yang diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi regional.

Di sisi global, SK Hynix merupakan salah satu mitra utama OpenAI dalam proyek Stargate. Bersama Samsung, perusahaan menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan produksi hingga 900.000 wafer DRAM per bulan, meski belum ada jadwal pasti untuk mencapai kapasitas tersebut. SK Hynix juga berkomitmen membangun AI data center baru di wilayah barat daya Korea Selatan.

Di tengah meningkatnya permintaan, Samsung dan SK Hynix diperkirakan akan menaikkan harga DRAM hingga 70 persen. Sementara itu, perusahaan teknologi besar dan operator data center global terus menyerap pasokan chip yang tersedia untuk beberapa tahun ke depan, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (15/1/2026).




(asj/asj)







Hide Ads