Stok iPhone Diprediksi Menipis, Ada Apa?

Stok iPhone Diprediksi Menipis, Ada Apa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 18 Apr 2022 15:43 WIB
Jakarta -

Kota Shanghai, China kembali menerapkan lockdown gegara lonjakan kasus COVID-19. Produksi iPhone di kota tersebut pun ikut terdampak dan akibatnya stok iPhone diprediksi bisa berkurang hingga jutaan unit.

Pegatron, salah satu mitra Apple untuk merakit iPhone, mengatakan akan menghentikan sementara produksi di pabriknya di kota Shanghai dan Kunshan. Kedua pabrik ini diyakini menjadi tempat produksi iPhone 13, iPhone SE, dan beberapa seri iPhone lawas lainnya.

Dampak dari lockdown terhadap rantai pasikan Apple masih tidak menentu dan bergantung kepada beberapa faktor, termasuk durasi lockdown. Apple juga bisa saja memindahkan produksi ke luar Shanghai dan Kushan, misalnya ke Shenzhen, yang sedang tidak mengalami lockdown.

"Apple mungkin mempertimbangkan untuk mentransfer pesanan dari Pegatron ke Foxconn, tapi kami memperkirakan volumenya mungkin terbatas karena masalah logistik dan kesulitan penyesuaian peralatan," kata analis dari Isaiah Research, Eddie Han, seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/4/2022).

Saat ini Shanghai sedang memasuki pekan ketiga lockdown dan tidak diketahui kapan akan kembali dibuka. Sebagai skenario terburuk, jika lockdown di Shanghai berlanjut hingga dua bulan dan Apple tidak bisa memindahkan produksi maka pengapalan iPhone bisa turun hingga 6-10 juta unit.

Research Manager Trendforce Forrest Chen mengatakan jika lockdown akan dilonggarkan dalam beberapa pekan mendatang, masih ada kesempatan untuk memulihkan keadaan.

"Namun, jika lockdown berlangsung lebih dari dua bulan, sudah tidak ada cara untuk pulih. Pada saat itu, setelah lockdown dicabut, akan ada kekurangan stok untuk end-user," kata Chen.

Selain iPhone, produksi MacBook diprediksi ikut terdampak lockdown di Shanghai. Pasalnya, Quanta Computer yang memproduksi tiga perempat MacBook secara global juga menutup sementara produksinya.

Lockdown di Shanghai juga tidak hanya mempengaruhi Apple, tapi juga produksi laptop Dell dan Lenovo. Tapi Compal Electronics selaku perakit laptop Dell dan Lenovo mengatakan mereka tidak menutup pabriknya di Kunshan.

(vmp/rns)