Qualcomm Janjikan Dukungan Terhadap Wear OS Baru

Qualcomm Janjikan Dukungan Terhadap Wear OS Baru

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 18 Jun 2021 09:15 WIB
wear os cuci tangan
Foto: Dok. 9to5google
Jakarta -

Pada Google I/O 2021 lalu Google mengumumkan perkawinan antar Wear OS dengan Tizen. Kini Qualcomm menjanjikan kalau chip buatannya bakal mendukung OS baru tersebut.

Dalam pernyataannya kepada XDA-Developers, Qualcomm menjanjikan kalau chip Snapdragon Wear 3100 dan 4100/4100+ bakal mendukung pembaruan Wear OS 3.0 tersebut, setidaknya secara teoritis.

"Kami bekerja sama dengan Google untuk menghadirkan Wear OS 3.0 untuk platform Snapdragon 4100+ dan 4100. Snapdragon Wear 3100, 4100+, dan 4100 mampu mendukung Wear OS 3.0, namun kami tak mendiskusikan apapun yang spesifik untuk saat ini," tulis Qualcomm dalam pernyataannya.

Dengan pernyataan ini, setidaknya kita bisa berharap jam tangan Wear OS yang ada saat ini bakal mendapat pembaruan Wear OS 3.0 tersebut. Namun tentu masih tergantung pada pabrikan pembuat jam tangannya.

Pasalnya, Qualcomm hanya bertanggung jawab pada hardware, utamanya kemampuan hardware dalam mendukung software, yang dibuat oleh Google. Namun keputusan akhir ada pada perusahaan pembuat jam tangannya, seperti Fossil, Tic Watch, dan lainnya.

Fossil sendiri sebelumnya sudah memastikan kalau jam tangan buatannya yang ada saat ini tidak akan mendapat pembaruan Wear OS yang terbaru. Mereka malah akan merilis jam tangan baru yang punya fitur serupa dengan Wear OS baru tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Google punya kerja sama baru dengan Samsung, yaitu menggabungkan Wear OS dengan Tizen, keduanya merupakan platform untuk perangkat wearable, yang diumumkan di ajang Google I/O 2021.

Samsung sendiri sudah sebenarnya sejak bertahun-tahun lalu menjadikan Tizen sebagai pondasi untuk bermacam perangkatnya, termasuk wearable. Nah kini setelah digabung, namanya akan berubah menjadi 'Wear', meski mungkin nantinya akan berubah lagi.

Perkawinan antara Wear OS dan Tizen ini akan menghasilkan platform yang mengkonsumsi daya lebih rendah, mempercepat waktu tunggu saat membuka aplikasi, dan animasi yang lebih halus.

Developer pun akan dipermudah saat mengembangkan aplikasi, karena dua platform smartwatch besar digabung. Artinya mereka tak perlu membuat aplikasi untuk terlalu banyak platform.



Simak Video "Daftar HP Android Terkencang di Dunia Versi AnTuTu"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)