Micro LED Transformasi Peran Televisi

Micro LED Transformasi Peran Televisi

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 22 Apr 2021 21:40 WIB
Micro LED Samsung
Samsung micro LED. Foto: dok Samsung
Jakarta -

Sejumlah televisi Samsung telah mengadopsi micro LED. Teknologi ini dianggap telah mentransformasi peran televisi.

"Micro LED telah menerobos batasan ukuran dan bentuk. Karenanya teknologi ini menjadi solusi ideal untuk berbagai kebutuhan," juru bicara Samsung saat sesi seminar teknologi layar televisinya yang digelar secara online.

Samsung mengaku sudah menghadirkan perangkat micro LED ke pasaran sejak 2018. Hanya saja kala itu produk yang dibuat untuk kebutuhan B2B. Belakangan mereka telah menghadirkan teknologi tersebut ke segmen consumer.

Tahun ini saja Samsung telah merilis televisi micro LED dalam ukuran 110 inch, 99 inch dan 88 inch. Dan jelang akhir 2021 mereka akan merilis ukuran 76 inch.

Kehebatan micro LED

Ukuran televisi dapat dibuat bergantung pada jumlah chip micro LED yang ditanamkan. Chip-chip tersebut dipasang dengan sangat rapat satu sama lain.

Setiap vendor bisa memasang chip LED yang begitu kecil pada televisinya, mulai dari hanya 10 hingga 100 mikrometer. Namun pada akhirnya tingkat kecerahan yang akan menjadi pembeda masing-masing pabrikan.

Teknologi micro LED sendiri mampu menyuguhkan kontras yang sangat baik tanpa difusi cahaya. Selain itu dapat menampilkan detail yang sangat kecil sekalipun, baik di scene terang maupun gelap, sehingga gambar yang disajikan persis seperti yang diharapkan.

Chip RGB LED di micro LED diklaim mampu menghasilkan warna yang lebih hidup dibanding kemampuan layar yang ada sekarang. Sebab chip RGB LED punya tingkat kecerahan yang tinggi dan ekspresi warna yang akurat.

"Berpadu pada pengontrolan gradasi di micro LED membuat performa HDR memukau," ujar pihak Samsung.

Micro LED SamsungMicro LED Samsung Foto: dok Samsung

Dan hanya teknologi micro LED yang mampu membuat warna dan memancarkan cahaya sekaligus. Alhasil dapat mengeliminasi kebutuhan akan backlight dan filter warna yang digunakan layar konvensional.

Hanya saja kemampuan micro LED harus ditunjang prosesor yang mumpuni untuk pemprosesannya. Samsung sendiri mengandalkan Micro AI Processor yang diklaim memiliki algoritma untuk memaksimalkan potensi dari chip micro LED yang terpasang.

Hal itu memungkinkan micro LED melakukan penyesuaian akurasi warna. Hasilnya bisa menampilkan kecerahan dan gelap dengan cukup detail.

Keunggulan lain yang ditawarkan micro LED adalah durabilitas dan umurnya yang panjang. Ini karena teknologi tersebut menggunakan material inorganic. Sementara kebanyakan layar yang ada sekarang menggunakan material organik sehingga degradasi kualitas gambar tidak terelakkan.

Dengan menggunakan micro LED, vendor bisa membuat televisi bebas bezel di semua sisinya sehingga akan mempercantik interior rumah. Demikian pula kualitas suaranya, seperti Samsung yang memasang tata suara bioskop pada televisi micro LED.

Teknologi micro LED juga memungkinkan vendor menghadirkan fitur yang sebelumnya kurang dimungkinkan di perangkat konvensional. Samsung misalnya mereka menghadirkan fitur yang memungkinkan televisi micro LED-nya menampilkan multiple windows dalam satu layar.

"Jadi seolah punya banyak televisi dalam satu perangkat. Bisa menonton berita, sembari melihat acara olahraga, cek saham dan bermain game," pungkas juru bicara Samsung.



Simak Video "Samsung: Kontribusi Ponsel 5G di Indonesia Sudah Capai 16%"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)