Ilmuwan menemukan bukti kuat bahwa inti Bumi kemungkinan menyimpan hidrogen dalam jumlah sangat besar, setara dengan 9 hingga 45 kali volume seluruh lautan di permukaan Bumi.
Dalam temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications, peneliti mensimulasikan kondisi ekstrem saat pembentukan Bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Mereka menggunakan diamond anvil cell untuk menciptakan tekanan dan suhu tinggi, lalu menganalisis bagaimana hidrogen dapat terikat di dalam paduan besi, material utama pembentuk inti Bumi.
Hasil eksperimen menunjukkan inti Bumi dapat mengandung hingga 0,36% hidrogen berdasarkan berat, jumlah yang jika dikonversi setara dengan puluhan lautan. Temuan ini memberi petunjuk penting soal asal-usul air di Bumi, yang selama ini diperdebatkan apakah berasal dari komet atau sudah ada sejak planet ini terbentuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penulis utama studi, Dongyang Huang, Asisten Profesor di School of Earth and Space Sciences, Peking University, mengatakan sebagian besar air Bumi kemungkinan tersimpan jauh di bagian terdalam planet.
"Inti Bumi kemungkinan menyimpan sebagian besar air dalam satu juta tahun pertama sejarah Bumi. Permukaan Bumi-tempat kehidupan berada-justru hanya menyimpan sebagian kecilnya," ujar Huang, dikutip dari CNN.
Peneliti lain yang tidak terlibat langsung dalam studi ini, Rajdeep Dasgupta, Profesor Ilmu Sistem Bumi di Rice University, menjelaskan bahwa hidrogen hanya bisa masuk ke inti jika sudah tersedia sejak fase awal pembentukan planet.
"Hidrogen hanya bisa masuk ke cairan logam pembentuk inti jika unsur itu sudah ada selama fase pertumbuhan utama Bumi dan ikut terlibat dalam proses pembentukan inti," jelas Dasgupta.
Para ilmuwan menilai temuan ini dapat mengubah pemahaman tentang evolusi awal Bumi dan membantu menjelaskan bagaimana planet ini mampu mempertahankan air dalam jumlah besar hingga akhirnya mendukung kehidupan.
(rns/rns)