Nama Jhonny Thio Doran kini dikenal sebagai CEO Jete dan Doran Group. Namun perjalanan membangun brand aksesoris gadget lokal ini dimulai dari langkah sederhana pada 2008, ketika ia masih berjualan jam tangan dan casing ponsel dari toko ke toko.
Saat itu, kamar kos kecil menjadi pusat aktivitasnya. Ruangan tersebut bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga gudang penyimpanan barang dagangan. Dari titik awal itu, Jhonny mulai memahami bahwa pasar teknologi bergerak cepat dan pola belanja konsumen terus berubah.
Ia kemudian mencoba memperluas jangkauan lewat penjualan online di Kaskus. Langkah ini menjadi titik balik karena membuka akses ke pasar yang lebih besar dibanding hanya mengandalkan distribusi offline. Keuntungan yang didapat terus diputar kembali untuk memperkuat modal usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap aksesoris gadget, Jhonny melihat peluang lebih besar pada produk seperti powerbank dan perangkat pendukung ponsel. Ia membangun jaringan kerja sama dengan berbagai merek, sekaligus mempelajari bagaimana industri aksesoris teknologi berkembang.
Keputusan penting diambil pada 2014. Jhonny tidak lagi hanya menjadi distributor produk brand lain, tetapi mulai membangun merek sendiri, Jete. Brand ini menghadirkan produk powerbank, audio, hingga aksesoris teknologi dengan pendekatan fungsional dan harga yang disesuaikan dengan daya beli pasar Indonesia.
Menurut Jhonny, membangun brand teknologi bukan hanya soal menjual produk, tetapi menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Strategi ini mulai diperkuat pada 2019 ketika Jete membuka official store pertamanya di WTC Surabaya.
"Saya berpandangan membangun brand teknologi bukan hanya soal produk saja. Lebih dari itu, juga tentang membangun sebuah ekosistem bisnis yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dan ekonomi lokal," kata Jhonny, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Model bisnis yang dikembangkan menggabungkan kanal online, distribusi, serta ritel fisik. Toko tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang pengalaman konsumen, konsultasi produk, dan layanan purna jual.
Jaringan ritel Jete kemudian berkembang ke berbagai kota besar di Indonesia. Perusahaan juga menargetkan ekspansi ke kota tier dua serta lokasi strategis seperti bandara dan stasiun. Di sisi lain, Doran Group menyiapkan ekspansi internasional melalui entitas di Shenzhen, China.
Melihat tren gaya hidup sehat, Jete juga memperluas portofolio ke kategori wearable dan perangkat olahraga. Perusahaan membangun komunitas melalui kegiatan lari, sepeda, hingga pilates, termasuk event tahunan Jete Run di Surabaya.
"Saat ini Jete tumbuh di tengah masyarakat yang mulai sadar akan pola hidup sehat. Maka dari itu, kami terus mendukung hal positif tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi masyarakat dengan produk hingga event lari besar tahunan yang kami selenggarakan yakni Jete Run di Surabaya," tambahnya.
Jhonny Thio Doran, CEO Jete Indonesia. Foto: Dok. Jete |
Dari usaha kecil di kamar kos, Jhonny kini membawa Jete tumbuh sebagai brand lokal yang membangun ekosistem teknologi dan gaya hidup. Konsistensi tersebut juga mengantarkannya masuk dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40.
(asj/asj)


