Apple Jajaki Kemungkinan Produksi iPad di India

Apple Jajaki Kemungkinan Produksi iPad di India

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 20 Feb 2021 13:16 WIB
iPad Air Generasi 4
iPad Air 2020 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Apple disebut tengah melobi Pemerintah India untuk bisa memproduksi iPad di negara tersebut untuk pertama kalinya.

Dilansir Reuters, Sabtu (20/2/2021), langkah Apple ini diambil karena Pemerintah India berencana meluncurkan program insentif untuk meningkatkan jumlah ekspor komputer dari India, dan program itulah yang mau dimanfaatkan oleh Apple.

Pemerintah India bakal menyiapkan anggaran mencapai 70 miliar rupee selama lima tahun ke depan untuk program tersebut. Namun Apple mengharapkan insentif yang lebih besar, hampir 200 miliar rupee.

Alasan permintaan insentif yang lebih besar itu adalah jaringan rantai pemasok komponen yang ada di India saat ini belum memenuhi persyaratan Apple.

Sejauh ini, Apple juga sudah memproduksi iPhone di India, yang mereka lakukan sejak 2018 lalu untuk menghindari pajak impor yang dikenakan oleh Pemerintah India sebagai bagian dari program 'Make in India'.

Selain itu Apple pun berusaha untuk menyebar produksi perangkatnya agar tak terpusat di China. Langkah ini pun sebelumnya juga diterapkan untuk produksi iPad yang sudah mulai dialihkan ke Vietnam, yang menjadi pertama kalinya terjadi di luar China.

Dua sumber yang dikutip Reuters yakin kalau iPad bisa mulai diproduksi di India pada 2021 ini, dan produksinya akan dilakukan oleh salah satu partner Apple yang sudah beroperasi di India, yaitu Foxconn, Pegatron, dan Wistron.

Sementara di Vietnam, partner Apple yang bakal memproduksi MacBook dan iPad adalah Foxconn. Mereka menginvestasikan dana sebesar USD 270 juta untuk membangun pabrik baru.

Pabrik tersebut bakal berlokasi di bagian utara provinsi Bac Giang, dan dibangun oleh Fukang Technology. Saat sudah beroperasi, pabriknya bakal memproduksi delapan juta unit produk setiap tahunnya.

Sejauh ini Foxconn sudah menginvestasikan USD 1,5 miliar di Vietnam, dan masih mau menambah investasinya sebesar USD 700 juta. Selain itu mereka juga masih akan merekrut sekitar 10 ribu pekerja tambahan di negara tersebut.



Simak Video "Bawa Traktor, Petani di India Gelar Aksi Protes"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)