Ini Sebabnya Indonesia Tidak Dipilih Apple Untuk Pabrik iPad

Ini Sebabnya Indonesia Tidak Dipilih Apple Untuk Pabrik iPad

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 29 Jan 2021 17:00 WIB
Adelaide, Australia - September 23, 2013: Apple Store in Adelaide, Australia, with pedestrians passing by outside the store. It is the first Apple Store in South Australia. It is located at Rundle Mall, Adelaide.
Foto: Getty Images/ymgerman
Jakarta -

Apple memindahkan produksi MacBook dan iPad dari China ke Vietnam pada pertengahan 2021. Indonesia tidak jadi pilihan, ini sebabnya.

"The incremental capital output ratio(ICOR) Indonesia masih relatif tinggi, rata-rata masih di level 6,5 investasi dalam 5 tahun terakhir, artinya investasi di Indonesia kurang efisien dari Vietnam dimana ICOR Vietnam bisa di bawah 4, jadi dengan investasi sama biaya produksi Indonesia relatif mahal," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/1/2021).

ICOR menjadi salah satu parameter yang menunjukkan tingkat efisiensi investasi di suatu negara. Semakin kecil angka ICOR, biaya investasi harus semakin efisien untuk menghasilkan output tertentu. ICOR sangat dipengaruhi kemudahan dalam berbisnis dan daya saing pasar tenaga kerja.

Selain itu, faktor jarak juga menjadi penentu, dimana Vietnam memiliki lokasi lebih dekat dari China dibanding Indonesia, sehingga ketika ada momen relokasi bertahap maka lebih mudah.

"Dan Vietnam banyak menggunakan teknologi terutama manufaktur dari China," sebutnya.

Selain itu, faktor kualitas SDM juga menjadi kunci utama dalam relokasi pabrik berteknologi tinggi. Ketika Apple datang, maka itu perlu mendapat topangan dari SDM yang memahami teknologi, jika tidak maka sulit bagi investor untuk mempertimbangkannya datang.

"Di sini, politeknik Indonesia belum fokus pada ketersediaan industri, khususnya orientasi ekspor. Untuk lokal mungkin ada, kalo ekspor butuh skill khusus, standardisasi dan kualitas lebih tinggi tingkat human error lebih kecil. Itu yang kita kurang dari segi pendidikan apalagi bicara relokasi industri yang berbasis ekspor IT," papar Bhima.

Vietnam memang layak mendapatkannya, apalagi Vietnam dinobatkan sebagai ekonomi terbaik di Asia. Perbedaan jomplang itu yang membuat Indonesia perlu berbenah, baik dari fasilitas, kualitas sumber daya manusia dan yang paling terpenting adalah kepastian regulasi.

Indonesia sendiri cukup berpuas diri hanya sebagai innovation center Apple di Indonesia. Ini pun dilakukan Apple demi memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan tujuan agar bisa masuk pasar Indonesia.

Sebelumnya Vietnam telah memberi izin kepada Foxconn, selaku manufaktur produk Apple untuk membangun pabrik baru senilai US$ 270 juta yang bakal dipakai untuk memproduksi laptop dan tablet, atau tepatnya MacBook dan iPad.

Pabrik tersebut bakal berlokasi di bagian utara Provinsi Bac Giang Vietnam, dan dibangun oleh Fukang Technology. Saat sudah beroperasi, pabriknya bakal memproduksi delapan juta unit produk setiap tahunnya.

Sejauh ini Foxconn sudah menginvestasikan USD 1,5 miliar di Vietnam, dan masih mau menambah investasinya sebesar USD 700 juta. Selain itu mereka juga masih akan merekrut sekitar 10 ribu pekerja tambahan di negara tersebut.

Selain untuk pabrik laptop dan tablet itu, Foxconn juga tengah menjajaki kemungkinan tambahan investasi sebesar USD 1,3 miliar di Provinsi Thanh Hoa, sekitar 160 km di selatan Hanoi, ibukota Vietnam.

Lihat juga video 'Apple Bakal Tendang Aplikasi yang Langgar Fitur Privasi':

[Gambas:Video 20detik]



(fay/fyk)