Apple Akan Pindahkan Produksi iPhone dan iPad Keluar dari China

Apple Akan Pindahkan Produksi iPhone dan iPad Keluar dari China

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 28 Jan 2021 14:24 WIB
iPhone 12 Pro Max
Apple Akan Pindahkan Produksi iPhone dan iPad Keluar dari China (Foto: Dok. Apple)
Jakarta -

Apple akan memindahkan produksi iPhone, iPad, Mac dan produk lainnya di India dan Vietnam mulai tahun ini, untuk memperkaya supply chain dan mengurangi ketergantungannya dengan China.

Berdasarkan laporan terbaru dari Nikkei Asia, Apple akan mulai memproduksi iPad di Vietnam paling awal pada pertengahan tahun ini. Ini menandakan pertama kalinya Apple merakit iPad dalam jumlah besar di luar China.

Selain itu, perusahaan yang berbasis di Cupertino, AS ini akan meningkatkan produksi iPhone di India. Mereka juga akan mulai memproduksi iPhone 12 di India paling cepat pada kuartal pertama tahun 2021, seperti dikutip dari Nikkei Asia, Kamis (28/1/2021).

Tidak hanya iPhone dan iPad, Apple juga meningkatkan produksi gadget lainnya seperti speaker pintar HomePod, AirPods dan Mac di Asia Tenggara sebagai salah satu strategi diversifikasinya.

Di Vietnam, Apple meminta suppliernya untuk memperbesar kapasitas produksi HomePod mini. Sejak diluncurkan tahun lalu, speaker pintar ini memang sudah diproduksi di Vietnam. Apple juga mulai meningkatkan produksi berbagai lini AirPods di negara tersebut.

Negara Asia Tenggara lainnya yang menjadi tujuan produksi Apple adalah Malaysia, yang dikabarkan akan menjadi tempat produksi Mac mini. Apple sendiri sudah berencana memindahkan produksi MacBook ke Vietnam tahun ini, tapi sebagian besar produksi perangkat komputernya masih akan bertahan di China.

"Apple dan banyak perusahaan teknologi lainnya ingin kapasitas produksi keluar dari China, dan itu tidak melambat meski Amerika Serikat mempunyai presiden baru," kata seorang manajer supply chain kepada Nikkei Asia.

Walau ada sedikit harapan bahwa ketegangan antara AS dan China akan membaik di bawah kepemimpinan presiden AS baru, Joe Biden sebelumnya mengatakan ia tidak akan menarik kebijakan tarif yang dijatuhkan untuk produk buatan China yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump pada tahun 2018.

Selain masalah perang dagang, Apple dan raksasa teknologi lainnya juga memutuskan keluar dari China karena biaya tenaga kerja yang terus meningkat dan dampak pandemi virus Corona terhadap supply chain membuat perusahaan tidak ingin bergantung pada satu negara.

Supplier Apple telah berupaya untuk memenuhi keinginan kliennya yang membutuhkan basis produksi yang lebih beragam. Seperti Foxconn yang baru-baru ini mendapatkan izin dari pemerintah Vietnam untuk membangun pabrik baru senilai USD 270 juta yang akan digunakan untuk memproduksi iPad dan MacBook.



Simak Video "Sengaja Bikin iPhone Lemot, Apple Didenda USD 113 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)