Anthropic menyatakan takkan mundur dalam perselisihannya dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengenai bagaimana teknologi AI miliknya digunakan. CEO perusahaan tersebut, Dario Amodei, mengatakan perusahaannya memilih tak bekerja sama dengan Pentagon daripada menyetujui penggunaan teknologinya yang mungkin merusak
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuntut Anthropic menerima segala penggunaan yang sah atas teknologinya. Pertemuan tersebut berakhir dengan ancaman untuk mengeluarkan Anthropic dari rantai pasokan Pentagon dan juga membuat Presiden AS Donald Trump murka.
"Ancaman-ancaman ini tidak mengubah posisi kami, hati nurani kami tidak membenarkan untuk menuruti permintaan mereka," kata Amodei yang dikutip detikINET dari BBC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menjadi masalah bagi Anthropic adalah potensi penggunaan AI-nya seperti Claude untuk pengawasan domestik massal dan senjata otonom. Amodei mengatakan kasus penggunaan seperti itu belum pernah dimasukkan dalam kontrak dengan Departemen Perang (Department of War), dan tidak seharusnya dimasukkan sekarang.
Departemen Perang adalah nama sekunder untuk Departemen Pertahanan. "Jika Departemen tersebut memilih berhenti menggunakan Anthropic, kami akan bekerja sama untuk memastikan kelancaran transisi ke penyedia lain," ujar Amodei.
Jubir Anthropic menambahkan meski perusahaan telah menerima draf kontrak yang diperbarui, draf tersebut hampir tak menunjukkan kemajuan mencegah penggunaan Claude untuk pengawasan massal atau dalam senjata otonom penuh. "Bahasa baru yang dibingkai sebagai kompromi dipasangkan dengan bahasa hukum yang memungkinkan perlindungan tersebut diabaikan sesuka hati," sebutnya.
Emil Michael, Wakil Menhan AS, menyerang Amodei. "Pada tingkat tertentu, Anda harus memercayai militer Anda untuk melakukan hal yang benar," sebutnya.
Penggunaan AI yang ditakuti Anthropic sebenarnya sudah dilarang oleh hukum dan kebijakan Pentagon. Ketika ditanya mengapa Pentagon tidak menyetujui bahasa kontrak yang diminta Anthropic, dia menjawab: "Kita harus bersiap menghadapi apa yang sedang dilakukan China."
Pejabat Pentagon sebelumnya mengatakan jika Anthropic tak patuh, Hegseth akan memastikan UU Produksi Pertahanan diberlakukan. UU ini pada dasarnya memberi presiden AS wewenang menganggap suatu perusahaan atau produknya sangat penting sehingga pemerintah dapat mengharuskannya memenuhi kebutuhan pertahanan.
"Kami mendukung penggunaan AI untuk misi intelijen dan kontraintelijen asing yang sah. Namun menggunakan sistem ini untuk pengawasan domestik massal tidak sejalan dengan nilai-nilai demokrasi," sebut Amodei.
Mengenai AI yang digunakan dalam persenjataan, Amodei menyebut sistem AI yang paling canggih dan mumpuni saat ini pun sama sekali belum cukup andal untuk menggerakkan senjata otonom penuh.
"Kami takkan dengan sengaja menyediakan produk yang membahayakan para prajurit dan warga sipil Amerika. Tanpa pengawasan tepat, senjata otonom penuh tidak dapat diandalkan untuk menerapkan penilaian kritis yang ditunjukkan oleh pasukan profesional kita yang sangat terlatih setiap harinya. Senjata-senjata tersebut perlu dikerahkan dengan batasan keamanan layak, yang belum ada saat ini," paparnya.
(fyk/fyk)