Tips Memilih HP di Bawah Rp 2 Juta

Kolom Telematika

Tips Memilih HP di Bawah Rp 2 Juta

Lucky Sebastian - detikInet
Senin, 18 Mei 2020 06:35 WIB
Ilustrasi Smartphone
Tips Memilih HP di Bawah Rp 2 Juta. Foto: Julian Chokkattu/Digital Trends
Jakarta -

Di saat pandemi, keberadaan smartphone semakin penting untuk komunikasi. Tak cuma itu, smartphone jadi pendukung kegiatan kita selama berada di rumah.

Seperti diketahui, kita sekarang mengenal istilah baru WFH alias work from home atau bekerja dari rumah saja, termasuk sekolah dan beribadah pun dari rumah. Selain lewat PC dan laptop, kegiatan ini juga bisa dilakukan lewat smartphone.

Yang tidak kalah penting, sekarang banyak orang mengalihkan bidang usahanya menjadi online, baik lewat e-commerce maupun media sosial, dengan menjual berbagai macam barang, dari keperluan sehari-hari hingga makanan.

Terima kasih dengan keberadaan smartphone, semua proses ini menjadi mudah. Tapi, masih butuh waktu cukup lama untuk kehidupan bisa berjalan lagi seperti biasa. Mungkin nantinya, semua akan berubah seperti yang kita kenal sekarang ini dengan istilah new normal.

Smartphone akan menjadi produk yang dianggap semakin penting di kondisi pandemi seperti ini, tetapi di sisi lain, banyak dari kita juga harus lebih berhemat dalam anggaran agar bisa bertahan selama pandemi.

Untuk itu, smartphone dengan harga terjangkau dan tangguh bisa menjadi pilihan di saat seperti ini, misalnya untuk memulai usaha online baru, tetap bisa bekerja dan bersekolah dari rumah, dan selalu terhubung dengan anggota keluarga atau teman.

Ini beberapa panduan yang bisa menjadi acuan kalian saat akan memilih smartphone dengan harga di bawah Rp 2 juta.

Prosesor ponselIlustrasi prosesor ponsel. Foto: ShutterStock

1. Chipset atau prosesor yang digunakan

Chipset sering diasosiasikan sebagai otak dari smartphone. Selama ini kita sering diarahkan untuk mencari chipset yang paling kencang, ini bisa ada benarnya kalau kita merujuk kepada smartphone flagship yang mahal.

Untuk smartphone terjangkau kita harus mengubah persepsi. Karena, smartphone harga terjangkau ini harus mempunyai chipset yang cukup mumpuni menjalankan dengan baik berbagai aplikasi, dari media sosial, video, kamera, hingga bermain game, tetapi juga harus irit daya.

Dalam kondisi pandemi ini, tingkat penggunaan smartphone dan mata kita menatap layar diperkirakan semakin lama. Selain untuk bekerja, kita juga banyak membaca berita, belajar hal-hal baru lewat video YouTube, dan mencari hiburan dari berbagai konten yang tersedia di internet.

Smartphone dengan chipset yang irit daya ini memungkinkan kita melakukan banyak hal tersebut tanpa sebentar-sebentar harus mengisi ulang baterai, dan chipset seperti ini tidak panas walau digunakan terus menerus dalam waktu yang lama.

Untuk urusan chipset yang irit daya, bisa dikatakan chipset buatan Qualcomm menjadi pilihan utama karena efisiensi daya senantiasa menjadi pertimbangan utama mereka.

Biasanya smartphone di bawah Rp 2 juta banyak menggunakan chipset Snapdragon 439 atau Snapdragon 665 yang dikenal bertenaga, tetapi irit daya, lebih irit dari kebanyakan chipset brand lain yang sekelas.

Smartphone dengan chipset ini tidak bisa dianggap remeh, walau masuk dalam kategori chipset untuk smartphone budget atau terjangkau, tetapi kemampuannya sudah berbeda dengan smartphone kategori yang sama 2-3 tahun lalu, jauh lebih mumpuni.

Secara struktur, chipset yang mentenagai smartphone murah ini tetap sama dengan chipset yang mentenagai smartphone kelas atas, ada bagian CPU untuk proses aritmatika, GPU untuk grafis, ISP untuk mengolah hasil foto, DSP untuk senantiasa standby berjaga, bahkan memiliki AI atau kecerdasan buatan.

Baterai ponselIlustrasi baterai ponsel Foto: Shutterstock

2. Baterai jumbo

Untuk pemakaian standar, smartphone terjangkau ini tidak perlu baterai sedemikian besar, karena sudah irit.

Tetapi jika melihat tren penggunaan smartphone yang semakin lama, dan smartphone terjangkau ini banyak digunakan orang yang bekerja di luar kantor, seperti mereka yang urban, anak sekolah, ojek online, dan lain sebagainya, smartphone murah ini trennya dilengkapi baterai besar dengan kapasitas antara 3000 mAh hingga 5000 mAh untuk mengakomodir penggunaan yang tahan lama.

Belum lagi, smartphone budget biasanya menggunakan layar resolusi HD yang memiliki 2 kelebihan, irit daya, dan lebih ringan untuk rendering gaming yang lebih lancar.

Perpaduan chipset irit daya, baterai jumbo, dan layar irit daya, membuat daya tahan baterai smartphone budget masuk kategori sangat tinggi untuk daya tahan penggunaan. Untuk bisa digunakan lebih dari satu hari sangat mudah, bahkan ada yang chargingnya baru dilakukan 2-3 hari sekali.

Sidik Jari bawah layarIlustrasi fitur sidik jari. Foto: The Verge

3. Tambahan fitur bermanfaat

Dulu, smartphone murah apalagi jika harganya di bawah Rp 2 juta, biasanya 'sekadar smartphone'. Tapi sekarang, kondisinya sudah berbeda.

Persaingan membuat banyak fitur yang dulu terbatas hanya bisa di smartphone mahal, sekarang juga ada di smartphone yang harganya lebih murah.

Sebut saja misalnya fitur keamanan biometrik, baik lewat sidik jari maupun pengenalan wajah. Ada juga beberapa vendor yang menambahkan fitur Radio FM atau infrared remote control yang biasanya berguna untuk mereka yang tinggal di daerah dan komuter.


Nah
, pastikan smartphone murah yang sedang kalian incar punya semua hal penting yang kalian butuhkan ya. Semoga bermanfaat!Selain itu, ada yang menambahkan tata suara Dolby untuk hiburan yang lebih berkelas, desain smartphone yang terlihat mahal, bahkan menggunakan kaca pelindung Gorilla Glass. Menarik bukan?

*) Lucky Sebastian adalah pendiri komunitas teknologi Gadtorade dan pengamat gadget. Kalian bisa berkonsultasi semua hal tentang gadget kepada Lucky Sebastian dengan mengajukan pertanyaan di link berikut ini.



Simak Video "Jokowi: Untuk Selamat dari Pandemi Corona, Kita Harus Disiplin"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)