Selasa, 30 Jul 2019 17:44 WIB

Mengenal Teknologi Kamera Time of Flight (ToF)

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Sejumlah ponsel Android yang ada saat ini sudah menggunakan kamera belakang tambahan bernama time of flight (ToF), dan iPhone pun disebut bakal menggunakan teknologi tersebut di iPhone keluaran 2020. Sebenarnya teknologi apa sih itu?

Perlu diingat, ini juga bukan pertama kalinya Apple dikabarkan bakal menggunakan teknologi semacam ini di iPhone. Pada 2017 lalu, iPhone juga disebut bakal menggunakan sistem kamera 3D, namun belum terjadi sampai saat ini.

Apa itu sensor ToF, dan bagaimana cara kerjanya?

Time of flight adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan cara kerja sistem ini, yaitu mengukur jarak menggunakan media seperti laser, cahaya, cairan, atau bahkan partikel gas. Namun dalam konteks sensor ToF, yang dipakai adalah sinar laser yang mengirimkan gelombang laser ke sebuah objek dan akan dipantulkan kembali ke dalam sensor.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses tersebut kemudian dihitung dan dikalkulasikan untuk menentukan jarak objek dari sensor. Hal ini bisa dilakukan karena kecepatan cahaya dalam medium yang ada terbilang konstan.

Laser yang ditembakkan oleh sensor ini tak cuma satu, melainkan banyak dan tersebar ke semua objek yang ada di depan sensor. Karena itulah dengan sensor ToF ini, ponsel bisa memetakan sebuah ruangan secara mendetil dalam bentuk tiga dimensi.

Teknologi ini lazimnya digunakan pada drone serta mobil otonom, yang fungsinya adalah agar mereka tidak menabrak benda lain yang ada di depannya. Namun kemudian teknologi ini pun mulai banyak digunakan di perangkat ponsel.




Apa bedanya dengan Face ID dan sistem pengenalan wajah lain yang ada di ponsel?

Face ID -- dan berbagai teknologi sejenis -- menggunakan proyektor infra merah yang ditembakkan ke wajah pengguna ponsel. Kemudian, dengan teknik yang mirip dengan sensor ToF, sistem bisa mengkalkulasi objek yang ada di depan sensor kemudian menciptakan citra dua dimensi.

Bedanya dengan sensor ToF adalah Face ID hanya menghasilkan gambar dua dimensi, sementara sensor ToF menghasilkan gambar tiga dimensi. Lalu sistem proyektor infra merah ini pun mempunyai jarak yang terbatas, sekitar 10-20 inch dari ponsel. Karena jika semakin jauh, resolusi gambar yang didapat akan semakin kecil.

Hal ini berbeda dengan sensor ToF yang punya cakupan lebih jauh, dan secara teori, lebih akurat. Contohnya sensor ToF yang ada di Huawei P30 Pro, yang menggunakan sensor tersebut untuk memetakan kedalaman gambar dan kemudian memberikan efek foto portrait.

Buat apa Apple menggunakan teknologi ini?

Analis Ming-Chi Kuo menyebut Apple bakal menggunakan sensor ToF di kamera belakang iPhone 2020, dan teknologi ini bukan dihadirkan untuk menggantikan sistem Face ID.

Sensor ini sepertinya dipakai untuk menghadirkan pengalaman augmented reality (AR) untuk pengguna iPhone. Selain itu, iPhone pun bakal bisa dipakai memindai sebuah ruangan dan menciptakan gambar render 3D yang akurat, yang bakal berguna untuk implementasi AR yang lebih akurat dan imersif.






Simak Video "Catat! Ini Tanggal Resmi iPhone 11 Masuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/krs)