BERITA TERBARU
Senin, 14 Mei 2018 16:30 WIB

Donald Trump Kini Minta ZTE Kembali Lagi ke AS

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: REUTERS/Carlos Barria Foto: REUTERS/Carlos Barria
Jakarta - Bentrok antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan ZTE berakhir dengan keputusan ZTE untuk menyetop bisnisnya. Namun, sehari setelah ZTE mengeluarkan pernyataan itu, Presiden AS Donald Trump malah ingin ZTE kembali berbisnis di negaranya.

Pernyataan ini disampaikan Trump lewat sebuah kicauan di Twitter. Menurutnya, saat ini ia tengah berembuk dengan Presiden China Xi Jinping untuk mencari jalan agar perusahaan ponsel dan telekomunikasi asal China itu bisa kembali berbisnis di AS secepatnya.

"Presiden China Xi, dan aku, tengah bekerjasama untuk memberikan jalan bagi perusahaan masif ZTE kembali berbisnis, secepatnya. Terlalu banyak pekerjaan yang hilang di China. Departemen Perdagangan telah diberikan instruksi untuk menyelesaikan," cuit Trump.


Cuitan Trump ini terkesan membingungkan dan plin-plan. Pasalnya, sebelumnya pemerintah AS kerap menyerang ZTE dengan berbagai pelarangan.

Pelarangan terhadap ZTE memang berdampak sangat besar, karena mereka dilarang membeli komponen dari perusahaan asal AS, dalam hal ini adalah Qualcomm. Padahal, ponsel ZTE kebanyakan menggunakan prosesor dari Qualcomm.




Kemungkinan ZTE juga akan kehilangan lisensi Android-nya dari Google. Jadi meskipun mereka membeli prosesor dari perusahaan lain seperti Mediatek atau Samsung, mereka juga tetap tak bisa menggunakan OS Android di ponsel buatannya.

ZTE sendiri merupakan salah satu perusahaan terbesar yang ada di China. Perusahaan ini, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Senin (14/5/2018), punya karyawan lebih dari 80.000. Karenanya, dalam kicauannya Trump menyertakan bahwa banyak yang berpotensi kehilangan pekerjaan akibat dari imbas larangan tersebut. (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed