Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Bisnis Smartphone: Penetrasi Rendah, Tapi Bergairah

Bisnis Smartphone: Penetrasi Rendah, Tapi Bergairah


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: dok. Hi Core
Jakarta - Jumlah penetrasi smartphone di Indonesia masih rendah, saat ini masih di bawah 40% dari populasi penduduk. Namun, itu justru membuka lebar peluang bisnisnya. Karena di 2019 mendatang, jumlah smartphone diprediksi akan meningkat jadi 92 juta.

Demikian laporan dari e-Marketer yang dikutip detikINET dari keterangan HiCore Mobile, Jumat (2/9/2016). Masih rendahnya penetrasi smartphone, jika dilihat dari sisi potensi bisnis, tentu jadi peluang yang sangat besar bagi produsen baru.

Apalagi, pemerintah sedang gencar menjalankan program Indonesia Broadband Plan 2019. Tentunya, program ini akan semakin cepat terwujud dengan adanya ketersediaan ponsel pintar yang beragam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mencermati kondisi itu, Presiden Direktur HiCore Mobile, Herman Zhou mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah dengan masuk ke pasar Indonesia.

Terlebih, kata dia, produk yang akan diluncurkan oleh HiCore merupakan produk premium yang memadukan antara keunggulan teknologi, desain dan kualitas yang prima.


"Kami yakin HiCore Mobile mampu menyediakan smartphone premium yang dibutuhkan masyarakat. Sebelum meluncurkan produk, kami lebih dahulu melakukan riset pasar sehingga dapat menentukan spesifikasi dan teknologi yang cocok untuk ditanamkan dalam sebuah produk," kata Herman Zhou.

Berkaitan dengan itu, lanjut dia, pihak HiCore menghadirkan dua buah produk ponsel pintar perdana lewat perilisan HiCore Play Z5 dan HiCore Lens DC1. HiCore Play Z5 sendiri dipasarkan dengan harga Rp 2.299.000. Sedangkan HiCore Lens DC1 dipasarkan dengan harga Rp 1.649.000.

Menurut Herman Zhou, kedua produk tersebut merefleksikan kebutuhan masyarakat Indonesia, mulai dari bekerja, berinteraksi sosial, mengekpresikan dirinya dengan hiburan baik musik ataupun video. Dengan kelengkapan fitur dan teknologi yang dimiliki kedua ponsel terbaru ini, lanjut dia, konsumen mendapatkan produk berkualitas tinggi.

"Kita mendesain sendiri serta memilih material terbaik untuk produk-produk HiCore, baik untuk body maupun layar dan juga fitur-fitur yang ditanamkan dalam produk," jelas Herman Zhou.

Untuk memasarkan produk, HiCore menerapkan harga single price di seluruh wilayah Indonesia. Harga sama untuk semua daerah, sehingga tidak terjadi perbedaan harga antara satu daerah dengan daerah yang lain. HiCore juga menempatkan promotor di outlet-outlet yang menjual produk HiCore.

"Kami sadar bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan edukasi untuk memahami smartphone. Dengan adanya promotor maka konsumen akan lebih mudah mendapatkan penjelasan mengenai produk HiCore," tambahnya. (rou/rou)







Hide Ads