Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Elon Musk Mau Buka 'Dapur' Algoritma X ke Publik

Elon Musk Mau Buka 'Dapur' Algoritma X ke Publik


Agus Tri Haryanto - detikInet

Makanan Elon Musk
Foto: Shutterstock/Getty Images
Jakarta -

Elon Musk, mengumumkan akan mengubah algoritma X dibuat menjadi open source. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk transparansi yang belakangan jadi sorotan ke platform media sosial ini.

Disampaikan Musk bahwa algoritma utama yang menentukan apa yang muncul di feed pengguna X akan dibuat open source dalam waktu sekitar 7 hari ke depan, termasuk semua kode yang digunakan untuk merekomendasikan konten organik dan iklan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen ini diungkapkannya lewat unggahan di akun pribadinya X, di mana ia mengatakan kode itu akan dipublikasikan dan kemudian diperbarui secara berkala disertai catatan pengembang yang menjelaskan perubahan yang terjadi.

"Kami akan menjadikan algoritma baru 𝕏 , termasuk semua kode yang digunakan untuk menentukan postingan organik dan iklan mana yang direkomendasikan kepada pengguna, sebagai sumber terbuka dalam 7 hari," tulisnya.

ADVERTISEMENT

"Ini akan diulang setiap 4 minggu, dengan catatan pengembang yang komprehensif, untuk membantu Anda memahami apa yang telah berubah," kata Musk.

Ini bukan pertama kali Musk berjanji membuka kode X. Pada 2023, X pernah merilis sebagian repositori algoritma feed-nya di GitHub, tetapi sejak itu tidak ada pembaruan berarti dalam tiga tahun terakhir, membuat kode tersebut kini relatif tidak relevan dengan sistem yang berjalan saat ini.

Versi algoritma yang akan dibuka nantinya dilaporkan banyak bergantung pada Grok, sistem AI yang kini terintegrasi dengan sistem rekomendasi X. Musk sebelumnya mengatakan bahwa perbaikan pengalaman pengguna pada feed bukan lagi semata hasil penyesuaian manual, tetapi didorong oleh model AI adaptif tersebut.

Algoritma X tidak hanya menentukan konten yang muncul di timeline "For You", tetapi juga urutan iklan dan rekomendasi akun yang disarankan bagi setiap pengguna. Musk berharap keterbukaan ini membantu pengembang dan peneliti memahami lebih baik bagaimana sistem bekerja dan berubah dari waktu ke waktu.

Namun, meski janji untuk membuka kode ini terdengar ambisius, banyak yang masih skeptis karena riwayat transparansi sebelumnya yang kurang konsisten. Apakah langkah ini benar-benar akan terwujud penuh masih jadi pertanyaan sampai kode itu benar-benar dirilis.




(agt/rns)





Hide Ads