Sepanjang kuartal keempat lalu, BlackBerry mampu menjual sekitar 3,4 juta unit handset. Naik dari kuartal sebelumnya yang hanya sukses melego 1,9 juta unit BlackBerry saja.
Walaupun mengalami kenaikan, sejatinya proposi BlackBerry 10 masih tergolong kecil. Karena dari total penjualan, hanya 1,1 juta unit saja yang membeli handset dengan sistem operasi paling baru tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat lesunya penjualan handset BlackBerry tersebut, perusahaan asal Kanada itu masih membukukan kerugian sebesar USD 423 juta atau sekitar Rp 5 triliunan sepanjang kuartal keempat ini.
Kerugiaan itu sebetulnya jauh lebih sedikit, bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang bahkan mencapai USD 4,2 miliar. Saat itu, membuat penerimaan BlackBerry anjlok 55%.
(tyo/tyo)